Posted by: Fitri Susanti on: 27/01/2012
Kemaren-kemaren (lupa tanggal tepatnya) pada salah satu stasiun TV, saya menonton acara tentang bagaimana mengatur keuangan, bagaimana mengatur prioritas pengeluaran. Pengisi acaranya adalah Safir Senduk, salah satu pakar keuangan di Indonesia. Selain beliau, saya juga suka mendengarkan tips dari pakar keuangan Bu Ligwina Hananto. Menurut saya, mereka berdua memberikan tips-tips dengan kalimat sederhana, mudah dimengerti dan mudah juga diterapkan oleh orang awam. Cocok buat saya yang termasuk jenis orang yang pusing lihat pembukuan dengan angka-angka yang banyak. Alergi dengan kata-kata jurnal, posting buku besar dan segala rupa yang berbau akuntansi. Saya cukup tahu dengan Debit-Kredit-Saldo, sepertinya itu sudah cukup
(mungkin sudah ditakdirkan tidak cocok jadi akuntan). Pembahasannya berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan ke beliau. Berikut ini resume dari pembahasannya dan beberapa tips-tipsnya (yang sempat dicatat dan diingat).
Posted by: Fitri Susanti on: 26/01/2012
Bagaimana rasanya jika sesuatu yang Anda cari tiba-tiba ditemukan ? Atau bagaimana rasanya jika Anda menemukan sesuatu yang sangaaat paaaasss sekali dengan Anda ?
SENANG, BAHAGIA
Ya, itu perasaan saya sekarang. Menemukan sesuatu yang menurut saya sangat pas, cocok dan tepat. Saking senangnya, rasanya seperti menemukan “mutiara”
(tidak sedang lebay). Alhamdulillah. Semoga untuk seterusnya selalu senang, tidak berubah jadi mengecewakan
-yang sedang senang-
Posted by: Fitri Susanti on: 25/01/2012
Hari ini ada test microteaching dan wawancara untuk calon dosen paruh waktu di Institusi tempat saya bekerja. Dari enam orang calon dosen yang diwawancara, ada satu orang yang ‘berkesan’ bagi saya.
Saat ditanya, “apakah ibu terbiasa bekerja dibawah tekanan? “, “apakah ibu tidak kerepotan mengatur waktu karena mengajar di beberapa tempat + mengurus keluarga ???. Maka mengalirlah cerita dari si Ibu tersebut…“Saat saya melanjutkn S2, saya sambil bekerja di Perbankan. (Saya sering mendengar cerita bahwa bekerja di Bank itu sangat menyita waktu dan menguras energi). Sambil itu, saya juga mengajar paruh waktu di suatu perguruan tinggi. Selain itu saya hamil, suami saya mendapat tugas di luar kota selama beberapa bulan, dan ibu saya sakit”.
Posted by: Fitri Susanti on: 24/01/2012
Sebagai dosen wali, setiap akhir semester biasanya adalah saat-saat untuk mengevaluasi hasil perkuliahan mhs walinya. Hari ini, sebagai dosen wali saya berbicara dengan dua orang tua mhs wali saya untuk menyampaikan hasil evaluasi perkuliahan anaknya. Biasanya mhs yang ‘butuh perhatian lebih’, orangtuanya akan saya hubungi langsung, dengan tujuan agar mereka tidak terkaget-kaget jika suatu saat mereka dapat berita yang lebih buruk lagi. Tujuan lainnya, semakin cepat diketahui, semoga semakin cepat juga tindakan perbaikannya.Entah kenapa mendadak saya jadi mellow untuk masalah ini, dan saya ingin curhat panjang tentang ini disini, hitung-hitung berbagi kegalauan saya sebagai dosen wali. Kalau kebetulan yang baca adalah mhs, tolong “don’t try this at your study”. Lakukan versi kebalikannya dari kasus yang ada disini, dan bikin orangtua kalian bangga dengan hasil kuliah kalian. Kalau kepanjangan, mau di skip juga gpp
Posted by: Fitri Susanti on: 24/01/2012
Saat saya melihat foto ini, maka pikiran-pikiran ini juga ikut berseliweran di kepala saya :