Makna Berqurban

Sebelumnya, bayangkan dulu jika kejadian ini menimpa diri kita:

  1. Jika Anda seorang perempuan : suami meninggalkan Anda dan anaknya di suatu tempat yang tidak dikenal, gersang, kering kerontang dan anak Anda masih bayi …
  2. Jika Anda laki-laki : Anda diminta untuk meninggalkan anak, istri yang disayangi disuatu tempat yang Anda sendiri tidak tahu. Kemudian setelah beberapa tahun meninggalkan anak itu, Anda datang lagi dan diminta untuk menyembelih anak sendiri …
  3. Jika Anda seorang anak : Anda dibesarkan tanpa kasih sayang ayah, kemudian setelah beberapa tahun kemudian ayah Anda datang lagi, datang untuk mengurbankan Anda…

Tapi semuanya ditutup dengan satu pernyataan yang sama. Siti Hajar berkata “apakah ini karena perintah Allah ???, jika ya, lakukanlah … Semoga Allah menggolongkan kita  kedalam orang yang sabar” . Nabi Ibrahim akhirnya pergi meninggalka Siti Hajar.  Nabi Ismail, putranya bertanya dengan pertanyaan yang sama “Ayah, apakah ini karena perintah Allah, jika ya maka lakukanlah …  semoga Allah menggolongkan kita termasuk hamba Nya yang beriman”, dan sambil memejamkan matanya, Nabi Ibrahim mengarahkan pedangnya ke leher nabi Ismail, tapi dalam sekejap mata Allah menggantinya dengan seekor domba.

#kisah yang sarat hikmah -

Karena level ujiannya udah tingkat expert, jadi level yang menerimanya juga level para Nabi :), kalau seperti kita yang dapat ujian seperti itu ???? #gak kebayang ekspresinya seperti apa …

Ibadah yang sarat makna. Saling berbagi, introspeksi diri, dan banyak makna lainnya yang gak akan habis jika terus dibahas. Nabi Ibrahim, Ismail, Siti Hajar sudah mencontohkan kepada kita. Keikhlasan:  merelakan sesuatu yang ada di mereka pergi, diambil, jika itu memang perintah Allah, kenapa tidak ???  Subhanallah … #bagi saya pribadi, sepertinya butuh perenungan yang lama untuk benar-benar bisa memaknainya :)

“Bukan daging, atau darah hewan kurban itu yang akan sampai ke Allah, tapi ketakwaan lah  yang akan dinilai oleh Allah. Kerelaan untuk  ‘berqurban’, membuang semua sifat buruk yang ada didalam diri, dan mengganti semuanya dengan kebaikan dengan alasan hanya karena ALLAH.”

#dikutip dari ceramah ustadz saat shalat Idul Adha 1423 H- :)

Selamat Idul Adha (masih di hari tasyrik, belum kategori telat untuk ngucapinnya) :), Semoga Allah menggolongkan kita semua kedalam golongan hamba-hamba Nya yang bertakwa, karena semua ‘pengorbanan’ yang kita lakukan dilandasi alasan hanya karena Allah. Amin

ooOOoo

Btw, sedikti OOT. perhatikan foto kambingnya, lihat mukanya benar-benar sudah pasrah mode on untuk disembelih :). Mungkin si kambing mikir “ini kemuliaan bagi saya disembelih saat idul Adha”.  bagi kita sendiri, kalau dihitung untung ruginya berkurban, ya gak ada ruginya. Uang beli hewan qurban, asalnya rezeki dari Allah, lalu kita berqurban, pahalanya Allah beri buat kita sendiri. :D

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s