Perempuan ……

Dasar perempuan… matree !!!!…. (my comment : oo ya gitu %(*$%@ … gak semuanya kaleeeee, atau kalau matre.. kadar matrenya juga beda …. )

Eh, perempuan itu gak perlu sekolah tinggi-tinggi, cukup bisa baca dan tulis aja, ntar kedapur juga.. apalagi kalau belum nikah, ntar gak ada yang berani deketin .. takut duluan…(My comment : ooooooo, dengan muka blongo’ )

Perempuan itu tiang negara ..(My comment : penting nian peran perempuan ya…)

Dibalik kelemahlembutan perempuan terdapat kekuatan yang bisa menghancurkan/memajukan suatu negara .. (my comment : WOW …tapi ada benarnya juga kalau dilihat dari sejarah-sejarah dulu )

Terserah, mau itu komentar positif ataupun negatif …. Perempuan, memang tidak akan habis dibahas.. makhluk yang diistimewakan keberadaanya. Baik dalam agama, kehidupan sosial karena perempuan memang punya potensi dan peran yang penting untuk itu. Sekarang dikembalikan ke perempuannya … mau mengarahkan potensi itu untuk yang benar/salah. Jadi, tidak alasan untuk perempuan merendahkan diri sendiri, atau bertekuk lutut untuk direndahkan,  atau malah berbangga diri merasa hebat … buang sana jauh-jauh ……….

Melahirkan,

Mendidik ,

Mencetak generasi berkualitas…  Peran itu sangat mulia untuk diberikan kepada perempuan

<Mengutip potongan puisi yang saya ambil dari buku Agar Bidadari Cemburu Padamu>

Wanita diciptakan dari tulang rusuk pria
Bukan dari kepalanya untuk lebih tinggi darinya
Bukan dari pundaknya untuk memikul bebannya
Bukan dari kakinya untuk lebih rendah darinya

Tapi, wanita diciptakan dari tulang rusuk pria
Dekat jantung untuk dikasihi
Dekat hati untuk dicintai
Dan dekat lengan untuk dilindungi

(My comment : so sweeeet .. .:) )

Tulisan sederhana ini dalam rangka memperingati hari  Kartini di bulan April ini. Untuk Kartini-kartini Indonesia, selamat melakukan yang terbaik, baik bagi diri, keluarga, lingkungan sesuai kodrat yang telah diberikan Allah tentunya.

Saya bersyukur dan bangga menjadi seorang perempuan🙂

2 thoughts on “Perempuan ……

  1. – Al Ummu Madrasatul Uulaa (Ibu adalah Perguruan Tinggi Pertama dan Utama bagi anak-anaknya)
    – Kalian semua adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan ditanya akuntabilitasnya terhadap yang dipimpinnya. Seorang istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya, ia akan ditanya perihal ke mana anak-anaknya diarahkannya dan ke mana harta di rumah tangganya digunakannya
    – Suatu hari nabi Muhammad berkata kepada Fatimah: ‘Qad Alamtuki, Qad Adabtuki, Qad Ankahtuki’. Ya, bedanya dengan berkata kepada anak laki-laki kan cuman gak ada ‘Ankahtu’-nya saja. Toh kepada dua macam anak (laki atau perempuan), hak orang tua adalah Alamtu dan Adabtu, mengajarkan Ilmu dan Keterampilan. Dan kewajiban anak (laki atau perempuan) adalah menerima pengajaran orang tua-nya sampai dia menikah.
    Setelah menikah lah, baru ada perbedaan peran. Itu cuma masalah peran, suami sebagai kepada rumah tangga, istri sebagai kepala pemerintahan rumah tangganya, seperti presiden dan perdana menteri. Itu yang kemudian dikatakan nabi: Al Muslim lil Muslim Kal Bunyan, Yasuddu ba-dhahu ba-dhan, suami dan istri harus saling menguatkan satu dengan yang lain melalui perannya.
    Closing speech: Selamat Hari Kartini (hari di mana seorang Kartini bermimpi melampaui jamannya, keluar dari kotak pemikiran yang ada, dan mengajari kita bahwa untuk punya mimpi tidak harus menjadi laki-laki).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s