Kisah Roro Jongrang Versi 2.2 : The End

Akhirnya dengan nafas lega , berlalu sudah minggu-minggu “suram” ku, dan aku bisa beraktivitas “normal” kembali. Kuucapkan selamat tinggal untuk Kisah Roro Jonggrang – namun tetap harus bersiap2 jika kisah itu menghampiriku lagi🙂, karena probabilitasnya sangat besar. Sebenarnya masih ada 1 lagi yang harus kupersiapkan untuk seminar Tesis, dan rutinitas di Politeknik Telkom yang tetap padat …. tapi sudahlah …untuk sekarang, kunikmati dulu SEDIKIT waktu luangku.

Penutup cerita ini, aku (dan teman) berwisata kuliner (sepertinya ini masuk ke dalam hoby baruku), dan ke toko buku, melihat buku-buku baru – best seller, atau yang judulnya dirasa menarik (yang pasti bukan buku “berbau” teknik informasi atau yang “berbau” kuliah – udah kenyaaang ….)

Setelah melihat-lihat, mencari trus membaca (scanning) beberapa judul buku yang menarik, dan hasilnya, ada beberapa list judul buku yang kubeli, yaitu :

  1. Muhammad, The Super Leader Super Manager
  2. Zona Ikhlas – seri ke 2 dari Quantum Ikhlas
  3. 12 Tokoh Pengubah Dunia. (Kalau boleh dibilang, ini seperti hukum karma. Sekarang aku menyukai buku-buku sejarah yang menceritakan kisah orang-orang zaman dulu yang mengukir sejarah, peristiwa-peristiwa sejarah. Inspiring . Padahal, aku ingat saat sekolah SMP-SMA dulu, aku tidak menyukai pelajaran sejarah, dan punya “kasus” dengan guru-guru sejarahku. Yang lalu biarlah berlalu, tak perlu diungkit-ungkit lagi, apalagi dipelajari, itu persepsiku dulu tentang pelajaran sejarah. Mungkin ini hasil doa guru-guruku kali ya, yang sedih melihat ada siswanya yang anti dengan pelajaran sejarah🙂 . Tapi, untuk topik manusia purba aku tetap tidak tertarik. Mengantropus, Phitecantropus, Zaman Batu tetap hal yang sulit kumengerti )
  4. Setengah isi-setengah kosong : aku pernah baca buku ini, tapi belum punya, dan karena aku menyukai isinya (biasanya untuk buku yang kusukai, kadang suka kubaca berulang-ulang) maka aku putuskan untuk membelinya

* Setelah beres kubaca dan kalau sempat – akan kutulis resensinya.

Capek berdiri, dan lapar, kami mencari sumber makanan. Puas berkeliling cuci mata dulu melihat-lihat list makanan yang ada, aku ingin memilih menu yang tidak biasa ku makan sehari-hari. Aku tertarik pilih makan shabu dengan isinya :

  1. Baso kepiting, baso udang, baso ikan (Salmon), Tuna Roll — (For me, seafood always the best🙂 )
  2. Sayur Poling
  3. Otak-otak goreng
  4. Kani Roll, Ekado
  5. Tahu baso
  6. Kulit tahu
  7. Chikuwa

Untuk makanan tersebut menghabiskan uang sebesar Rp 4x.xxx . Enaaaak banget…berbanding lurus dengan harganya. Lumayanlah buat memanjakan lidah sesekali…

A Bowl Of Shabu

A Bowl Of Shabu

One thought on “Kisah Roro Jongrang Versi 2.2 : The End

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s