Flashback 2 semester usia perkuliahanku

Jika ada yang menanyakan kepadaku : sampai dengan saat ini, apa hasil yang telah kamu peroleh selama kuliah di program pasca sarjana ????? Maka ku jawab :

1. Keuntungan secara personal :

Badan bisa jadi langsing. Untuk berat badan, umumnya perempuan suka dengan angka yang kecil. Jadi tidak perlu diet-diet secara ketat, cukup ikuti perkuliahan dengan baik dan benar, maka berat badan akan turun dengan sendirinya.

Tidak perlu pakai eye-shadow (salah satu riasan untuk mata) karena toh kelopak mata juga perlahan-perlahan akan gelap dengan sendirinya juga karena keseringan begadang mengerjakan tugas-tugas kuliah.

Sering melakukan olahraga tanpa disadari atau diniatkan. aku sering ditanya jika masuk kelas dengan nafas masih sedikit ngos-ngosan ” Baru beres main futsal mba ??, dan sekenanya kujawab he-eh, iya” . Bagaimana tidak olahraga … jarak dari tempat parkir kendaraan ke ruang kelas ku itu cukup jauh, butuh waktu sekitar 7-10 menit jika jalannya tidak terburu-buru, 5 menit jika dengan sedikit berlari-lari kecil/jalan cepat, dan aku yang sering terlambat datang ke kampus sekitar 30 menit (pengakuan yang sangat jujur), tidak ada alasan untuk berjalan santai dari tempat parkiran itu. Belum lagi kalau lift mati, berarti harus menambah pengeluaran kalori ke lantai 3 nya. Awalnya berat-terasa capek, tapi lama kelamaan jadi biasa.

2. Keuntungan dari sisi pengetahuan :

Bisa membuat slide presentasi yang lebih baik dibandingkan S1 dulu (pakai standar baik versiku). Intinya slide presentasi itu cukup objek-objek yang mewakili apa yang akan dipresentasikan. Selebihnya.. silahkan kuasai materi dan sampaikan secara lisan.

Menambah pengalaman diajar oleh berbagai dosen, entah itu bergelar Doktor atau Profesor. Yang ku kagumi dari mereka adalah berfikir logisnya. Pertanyaan sederhana tapi perlu pemikiran yang dalam untuk menjawabnya.

Mendapat pelajaran bahwa harus dapat menjawab pertanyaan “kenapa”, mulai dari alasan filosifisnya sampai dengan alasan teknis. Tapi, pasti butuh waktu bertapa yang lama dengan jurnal, paper, text book untuk bisa menjawab dengan baik dan lancar pertanyaan “kenapa” itu.

3. Keuntungan dari aspek sosial

Mengenal banyak orang dari berbagai latar belakang, beragam sifat. Aku sering terinspirasi, termotivasi dari teman-teman kelas ku, dari kisah hidup mereka, dari cerita-cerita sederhana mereka. Kalau ditulis, bisa jadi seperti buku Chicken Soup For Soul. Semakin terasa lebih kompak, baik kompak memuji, kompak mengata-ngatai atau kompak memboikot🙂

Kekuranganku selama kuliah (pengakuan jujur lagi) :

Dalam mengerjakan tugas kuliah, masih sering menggunakan konsep “mengarang indah”,”hajar bleh” atau “roro jonggrang” jika tugasnya sudah mepet dikumpulkan. Contohnya : Jujur, diriku tidak sanggup mengerjakan IT Master Plan suatu perusahaan hanya dalam waktu 1 minggu jika harus mengikuti konsep idealnya . Berpatokan dari saran ketua kelas ku : yang penting sesuai prosedur dulu… kalau diminta kumpul sekarang, ya dikumpulkan. Benar juga, on time sesuai target.. kadang urusan isi dipindahkan ke prioritas 10 aja.

Kadang sering tidak hadir…. Aku pernah diingatkan oleh teman kalau absensi kuliahku untuk suatu MK sudah bolong 5x… wow, berarti sudah 1 bulan lebih aku tidak ketemu dengan dosen tersebut. Tidak kangen kah dosen itu denganku ? .. (hueksss…). Pembelaanku : tidak hadir kuliah yang jelas bukan karena menuruti rasa malasku. Biasanya bentrok dengan jadwal pertemuan di kantor atau jadwal kegiatan lainnya yang mengharuskan aku disana. Seandainya aku bisa menggandakan diriku, pasti akan kubagi, yang satu di kantor, dan satunya lagi kuliah. Ya itulah resiko kalau kuliah sambil bekerja, harus berbagi mulai dari waktu, tenaga, kepala, sampai duit….Tapi sampai sekarang aku tetap mengusahakan agar semuanya berjalan baik, dan disini tantangannya saudara-saudara…..

Duka nya banyak, tapi suka nya lebih banyak lagi

Trust Me🙂

Jika ditanya lagi, tidak adakah hasil yang lebih mulia kudapatkan daripada yang telah ditulis diatas?

Tentu saja ada….sekarang aku jadi mengerti, digunakan untuk apa seharusnya pengetahuan yang telah diperoleh itu. Agar dapat memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi semua dan juga bagi diri sendiri. Jungkir balik baca dan memahami suatu jurnal, paper, text book, kalau hanya tujuannya untuk gelar MT saja … gak sebanding sepertinya dengan usaha yang telah dikeluarkan, terlalu pendek, masih bisa dibikin lebih panjang🙂

dulu aku pernah dengar, semakin kita pelajari sesuatu, maka akan terasa sebenarnya semakin banyak yang tidak kita ketahui. Dan sekarang, aku membenarkan kalimat tersebut. Kalimat lugasnya, semakin banyak mempelajari dan tahu sesuatu, maka berasa semakin bodoh – ada banyak hal yang tidak diketahui . Al-Alim, Al-Wasi’, Ar-Rayid hanya milik Allah saja. Jadi gak guna kalau sombong (karena emang gak ada yang bisa disombongin🙂 )

Sekarang, aku sudah masuk ke semester 3, dan berharap semoga ini adalah semester terakhirku. Tapi..sampai sekarang aku masih kesusahan untuk memberikan porsi waktu yang cukup untuk pengerjaan penelitianku. Tesisku masih jalan ditempat, gak bergerak maju😦. Mohon Doanya.Semoga di akhir tahun 2009 atau di awal tahun 2010, aku dapat menyampaikan berita baik “Alhamdulillah, aku telah Lulus….”🙂

Untuk teman kelasku yang kebetulan membaca ini, aku minta maaf kalau selama 2 semester telah berjalan, banyak hal salah yang kulakukan. Kadang aku tidak ikut kerja kelompok, namun namaku tetap dicantumkan (terimakasih). Aku merasa beruntung bisa bertemu, dan kuliah dengan kalian semua, teman-teman yang pintar dan baik, tidak sombong, suka menolong dan gemar menabung (sesuai dengan butir-butir pancasila sila ke-5 pokoknya). Tetap kompak terus walau nanti setelah lulus kita berpisah. Minimal milis harus tetap jalan teruslah……..

Kututup tulisan ini dengan pertanyaan, apakah mahasiswa yang baik seperti ini ?

9 thoughts on “Flashback 2 semester usia perkuliahanku

  1. Keren Pit, tulisan yg jujur, naratif, deskriptif dan menggugah, terutama di beberapa bagian yg serasa ‘as if it slapped me right to the face’. Lanjutkan perjuanganmu nak, doa ayah menyertaimu, lho? He3.
    Tp serius nih Pit, smoga akhir smester ini Ipit dah bisa beri aku motivasi u cepet lulus, udah bs cerita gmn rasanya sidang thesis n udah bs bernafas sedikit lbh lega, lbh fokus mengaplikasikan ilmu dan gelar MT yg sdh diperoleh untuk sebanyak2 kemaslahatan umat, dan siap jadi teladan untuk temanmu yg masih perlu bnyk diingatkan ini. Amiiin.

  2. hmm…
    1.keuntungan secara personal oke bgt tu..

    2.bener2 keuntungan dalam arti harfiah ni…gw aja sampe skrg masih menye2 untuk stay berhadapan dengan paper ato jurnal…
    3.pasti lah!di kelas itu semua sepaket, ga bisa ambil manisnya aja, tapi ga mgkn juga dapet pahitnya aja…tenang, udah kombo tu…

    yah..kao menurut gw, kuliah sambil kerja udah jelas kan?kuliah no1 kerja no2, kalo tnyt sampe saat ini masih merasa kerja sambil kuliah, ya segera lah tombol prioritasnya di switch lagi..hehehe

    ya ga masalaha juga sih, masih benar juga kata orang “yang penting proses….”, udah gw stop sampe situ, karena menurut gw hasil juga penting..=)

    tenang.tenang..kita saling mendoakan saja, jadi kata-kata “Alhamdulillah, aku sudah lulus.” itu berubah jadi “Alhamdulillah, kita sudah lulus, Ji….”…amiiiiinnnnnnnnnn….

    tapi inget,target ya semester ini, udah deket bgt tu garis akhir…fiuh..

    let say like this,
    “maybe i dont have a good start, but i already see the finish line..”

    .arji.

    *dengar apa yg dikatakannya, jangan liat orangnya…ntar malah ga termotivasi lagi…hueehehehe

  3. hmmm… decak kagum untukmu saudariku. jadi ikutan capek juga. tapi subhanallah, ipit perkasa banget. klo aku kayaknya blum tentu sanggup ngejalanin semua itu. entahlah…
    laa yukallifullahu nafsan illaa wus’aha… Allah tdk membebani seseorang melainkan sesuai dgn kesanggupannya… bener gtu kan ya?
    semangat slalu ya bu, insyaAllah bentar lg kelar semuanya…🙂

  4. @ nyunz : Perkasa Yun ??? emang Rambo🙂. Luarnya mungkin terlihat biasa yun… tapi sebenarnya, kalau didalamnya….kadang mengeluh juga, teriak capeeeeeeeek tapi gak kedengeran . Terimakasih do’anya.

    @ Arji : iya, aku juga ngeri nih kalau ngeliat kalender…weee ini udah bulan 9 – dan Desember itu bentar lagi.. Nightmare jg😦. Tombol prioritas di switch… iya, ini juga lagi persiapan mau menukarnya. Terimakasih untuk saran-saran mu selama ini

    @Wahyu : Jangan mengklaim jadi ayahku deh…..:)
    Itu kutulis pas aku bener2 merasa capek banget. Ya semoga tulisanku, penderitaanku bisa meinginspirasi dirimu untuk tidak perlu mengulang kisah duka ku🙂 . Makanya yang bener kuliah Metode Penelitan yang diambil sekarang. Kalau tugasnya dikerjakan dengan benar, 40 % thesis selesai lah…..

  5. Mba ipitt,

    Setelah baca dan liat fotonya arjie,, jadi keinget waktu awal awal menginjakkan kaki di kampus itu..awal awal mengenal temen temen semua dan memulai aktivitas perkuliahan…
    Yah walaupun menginjakkan kaki disana bentar bangett..

    sangat berat waktu itu meninggalkan kampus,tp apa boleh buat, kebutuhan perut waktu itu lebih dominan….hehehheee….

    tp emang tuch parkirannya jauh bangettt…eddaaan nyampe ruangan dah cape banget rasanya….apalgi di bela belain dari bojong soang dah dijalan macet,diparkiran jauhhh,nyampe ruangan dosen tak datang…lengkaplah sudah….

    Klo beberapa bulan disana, aku kok ora mudeng ya mba,apa akunya oon,kok dikelas kebanyakan ngelamunnya, ga tau apa yang dosen ajarkan…(*apa dosennya terlalu pinter)…Untung masih ada arjie, tempat menenangkan diri dan menyontek,huhhaaa…..***piss jie…karena klo gw ga ngerjain,temen buat ngerjain di kelas ya itu,tmpt menenangkan diri…hhuhhaaa,,..,…

    Tp klo masalah hasilnya,yah pasti bedahlah MT ama ST, terlepas MT nya mau maen maen or serius..secara tidak langsung gelar MT nya akan mempengaruhi pola pikirnya…heee…just an opinian…

    keren lah buat semua…dah pada mau selesai…..

    klo kumpul kumpul,gw diajakin juga donk….***ngareppp…hehehe….

  6. hayyah..ampe direport-in gini toh jeng.. Hmm, tampaknya seru tuh bu, apalagi poin yg ngaruh ke fisik, boljug.. scara deen skrg dah sgambreng melebar kemana2..

    Pokokna mah smangat aj buat Bu Dosen, dah pengalaman baksibaksibuk, gak bakal heran klo bs keluar dari situasi spt itu..

  7. subahanallah… ipit emang ‘wonder woman’…🙂
    two thumbs up buat ipit..
    mudah2an setiap tetes keringat dan ribuan langkah kaki menjadi saksi ikhtiar ipit di akhirat kelak.. mudah2an semua cita tercapai ya pit… ^_^

  8. @herlan : bukannya gak mudeng Lan, tapi dipikiranmu waktu itu kan udah ada kata “Telkomsel”, ya iya lah urusan kuliah tersisihkan🙂 Oow berarti dulu sempet jadi “soulmate” nya Arji nih, sampai Arji dijadiin tempat menenangkan diri gitu

    @Deen : wajar yang statusnya udah ibu-ibu🙂 fisiknya menyesuaikan…. Gpp deen, yang penting suaminya gak protes kan ???

    @Nada : wonder woman – of course not, but simple woman …yes.🙂 Amiiiiiiiin

  9. 1. kalo aku mah, berharap bisa jadi gendut dengan bergadang, tak akan ada yang namanya begadang tanpa camilan..
    (tapi tetep aja segini-gini aja :D)
    hoho.. untuk lift di sana, habis naik lift, kesehatan ku menurun, pusing aku, serasa naik kapal.. T.T mabok…

    2. setuju… untuk pola pikir pun jauh lebih baik, cara berpikir jg jadi lebih sistematis

    3. jadi nambah luas tentunya,apalagi kalo banyak yg minta belajar ke kita😀

    dan kuliah sambil bekerja, apa jadinya jika agar bisa lanjut kuliah, kita juga harus bekerja, untuk menempatkan prioritas harus lebih pinter lagi.. -_-

    sama2 saling mendoakan mbak..
    sudah terlalu banyak yang ingin segera foto2 dengan kita dan memberi kita bunga waktu wisuda nanti😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s