Tanah itu disebut ‘Tanah Suci’.

Setiap umat beragama memiliki tempat suci agamanya, dan Mekah merupakan tempat suci bagi umat islam karena kiblat umat islam  ada disana – di Masjidil Haram – Ka’bah. Selain kota Mekah, Medinah juga merupakan salah satu tujuan penting umat islam. Dan aku merasa sangat beruntung diberi kesempatan untuk berkunjung kesana.

Keistimewaan-keistimewaan yang terdapat di tempat tersebut dan yang sempat kulihat antara lain:

  • Tempat  yang banyak menyimpan sejarah-sejarah islam seperti :
    • Bukit Uhud. Melihat langsung bukit yang menyimpan sejarah peperangan Rasulullah, dan sekalian berziarah ke makam para syuhadanya. Assalamu’alaikum ya syuhadaa. Janji Allah yang akan memberikan ganjaran surga untuk orang-orang yang membela agamaNya  mungkin sedang kalian nikmati di alam sana. Dan yang paling utama: makam Rasulullah di masjid nabawi, dan berdampingan dengan makam Abu bakar. Assalamu’alaika ya Rasulullah, Assalamu’alaika ya khalifah Rasulullah. Semoga kelak kita bisa berkumpul disatu tempat yang sama, duduk bersandar diatas dipan-dipan, dengan sungai-sungai yang mengalir dibawahnya. Amin…
    • Jabal Tsur– tempat Rasulullah bersembunyi saat akan dibunuh, Jabal Nur– terdapat gua hira, tempat pertama kali diturunkannya ayat Al-Qur’an, Jabal Rahmah : tempat pertemuan nabi adam dan siti hawa pertama kali, dan “Jabal-jabal” yang lainnya juga banyak disepanjang jalan🙂. Karena Medinah – Mekah sepertinya merupakan daerah yang banyak memiliki bukit-bukit dengan batu cadasnya.
  • Terdapat banyak tempat mustajab untuk berdoa, ganjaran pahala yang berlipat ganda untuk ibadah yang dilakukan disana. Jadi tidak heran kalau orang kesana membawa “daftar” doa.
  • Masjid yang “berteknologi”🙂 Kagum dengan arsitektur masjid yang ada disana. Pelataran masjidnya aja sudah keren, apalagi didalamnya.
pelataran Masjid Nabawi

pelataran Masjid Nabawi

Masjidil Haram

Masjidil Haram

Menara Masjid

Menara Masjid

Pengalamanku selama disana :

  • Terkaget-kaget dengan kebiasaan orang arab yang berbicara dengan nada keras, walau itu mungkin untuk pembicaraan sehari-hari. Kesan pertama yang kutangkap ” orang ini sedang bertengkar ya ??? “.
  • Udara yang cukup panas, terik dan kering. Entah itu karena kesana saat musim panas, yang jelas, walau sudah diberi lotion setiap hari, kulit tetap kering. Bibir kering, tumit pecah-pecah, tenggorokan sakit [bahkan bertahan sampai seminggu setelah pulang ke Indonesia]. Jadi jangan lupa bawa obat-obatan pribadi.
  • Senang bisa minum zam-zam setiap hari🙂
  • Senang bertemu dengan orang-orang dari negara lain, yang mayoritas berasal dari negara : Turki, India, Malaysia, Irak, Afrika Selatan, Palestina, dll – semuanya berkumpul bersama, tanpa saling membedakan, dan merasa semua saudara. Ukhuwah yang diikat karena agama itu memang sangat indah. Disana, aku penasaran sekali ingin melihat muslim dari Asia Timur (Jepang, Cina, Korea) berpakaian ihram.  Di hari terakhir, akhirnya aku berpapasan dengan 3 orang Bapak bermata sipit (sepertinya dari Cina), yang akan masuk ke Masjidil Haram dan berpakaian ihram.  Lega…rasa penasaranku hilang🙂 Semua muslim dari semua ras ada disini.
  • The best experience in my life [forever]: bisa melihat ka’bah dari dekat dan tawaf mengelilingi ka’bah tersebut.  Untuk pengalaman yang satu ini, tidak terlukiskan dengan kata-kata. Jika sehari-hari, mengucapkan Astaghfirullah, Laa Ilaha IllAllah, Alhamdulillah mungkin dirasa biasa, namun didepan ka’bah, mengucapkan satu kata pendek itu saja, seluruh badan bisa terasa bergetar, dan air mata akan mengalir dengan sendirinya. Menengadahkan tangan untuk ber do’a itu terasa nikmat. Dan karena ini juga, aku selalu menyimpan kerinduan, keinginan dan harapan untuk dapat lagi kesana – menyempurnakan rukun islam ku.

Berbagi tips jika melakukan perjalanan kesana :

  • Siap mental, dan fisik. Pastinya niatkan semua untuk ibadah.
    • Kesabaran diuji  mulai dari saat berangkat yang butuh waktu 9 jam (sampai bosan mempraktekkan semua “gaya” duduk). Cukup terhibur dengan “GPS” yang disediakan didepan tempat duduk selama di pesawat, setidaknya ada selingan untuk mengetahui posisi sekarang sudah ada dimana, berapa lama lagi akan sampai.
    • Tawaf 7x putaran dan berdesak-desakan, sya’i 7x bolak-balik .. semuanya butuh fisik yang kuat.
  • Siapkan  finansial juga. Mana tau setelah tawaf di ka’bah, dilanjutkan dengan tawaf di pasarnya untuk beli oleh-oleh🙂 . Ternyata penjual-penjual disana sudah banyak yang bisa berbahasa Indonesia, dan kadang uang rupiah juga diterima untuk pembayaran.
  • Siapkan bahan bacaan yang cukup banyak. Ngantri di bandara untuk pengecekan passport itu lama, nungguin orang-orang yang serombongan untuk berangkat berziarah  lama, chek-in dan chek-out dari hotel juga lama.   kalau bengong aja … rugi juga. Minimal buku doa yang ada dibawa terus kemana-mana, kalau gak, selama menunggu, dzikir dalam hati aja, atau bagi yang suka foto..diwaktu-waktu seperti ini, bisa juga digunakan untuk melihat ke sekitar, mencari objek-objek yang bagus untuk dijepret.. (hunting foto) . Ini beberapa diantaranya :
coffee bean

coffee bean

water droplet

water droplet

  • Selama disana, ada hoby baru yang nambah : gampang terharu … jadi siapkan saja tisu kalau bepergian🙂. Walau  bukan termasuk tipe orang yang dengan mudah mengeluarkan air mata jika

    terharu, tapi selama disana, semuanya berubah……..untungnya aku punya trik menangis tanpa perlu diketahui oleh orang lain.

  • Untuk urusan makanan, baru disadari ternyata lidah ku sudah sangat meng- Indonesia sekali. Walau salah satu hobi berwisata kuliner, tapi untuk masakan khas arab, sepertinya tidak berjodoh dengan lidahku. Aku cuma suka satu makanan arab (lupa juga namanya apa – seperti yang digambar) ,  mirip sandwich, ada roti  (rotinya orang arab) dan didalamnya ada beberapa jenis sayuran, daging dan kentang. Pernah  juga mencoba makan buah zaitun, tapi rasanya juga kurang pas di lidahku.
sandwich versi arab

sandwich versi arab

buah zaitun

buah zaitun


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s