Karena perempuan sering dipengaruhi oleh faktor X….

pendapat pribadi :

“Sekuat apapun seorang perempuan berusaha untuk merasionalkan segala sesuatunya, namun sepertinya campur tangan unsur perasaan itu tetap ada. “

Kadang dimulut mengatakan A (mengikuti pertimbangan rasional), tapi sebenarnya hati bilang A’ (karena pakai perasaan) – konflik internal yang hanya bisa dirasakan oleh perempuan itu sendiri – dan tidak terlihat oleh orang lain.

Juga jangan aneh jika tiba-tiba sikap perempuan berubah menjadi lebih galak, lebih sensitif, lebih mudah tersinggung, lebih ingin diperhatikan, atau bersikap masa bodoh, atau jadi lebih ceria, dan perubahan sikap lainnya, harap dimaklumi saja, karena faktor X nya banyak…..

Jika memang itu sudah salah satu fitrah perempuan, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana menyikapinya secara tepat jika faktor-faktor x itu mulai mempengaruhi dan mengganggu kestabilan emosi ???

pendapat pribadi [lagi]:

Melakukan sesuatu yang dinilai paling nyaman untuk saat itu sepertinya sikap yang paling tepat. … Jika memang diam dirasa nyaman, silahkan berdiam diri, menutup mulut, dan hanya mengomentari yang penting-penting saja. Jika pelariannya mau jadi lebih ceria, berbicara dengan orang-orang dekat… pun tidak masalah ..”yang penting tetap baik dan nyaman bagi diri sendiri”. Sampai kapan ?? Sampai merasa “normal” kembali.

atau ada yang ingin berbagi cara menyikapi yang tepat sebaiknya gimana… ???

Perempuan memang unik .. dan banyak dipengaruhi oleh faktor X 🙂

3 thoughts on “Karena perempuan sering dipengaruhi oleh faktor X….

  1. berhubung bukan perempuan, aku gak berani komen banyak ah, tapi sepertinya kaum lelaki yang sering dituduh ‘tidak berperasaan’ dan dikira lebih ‘rasional’ daripada kaum perempuan juga masih dipengaruhi unsur perasaan (kita sebut saja faktor Y, he3), mungkin kadarnya aja yg beda🙂

    klo faktor Y itu udah mulai mengganggu kestabilan emosi, kita lihat saja akar permasalahan dari faktor Y itu;

    klo berakar dari sesuatu yg gak bisa kita ubah ya mari berdoa supaya hati kita dilapangkan untuk menerimanya,

    klo berakar dari sesuatu yg bisa kita ubah ya mari berdoa supaya diberi keberanian dan kekuatan untuk mengubahnya,

    yang paling penting jangan lupa juga selalu berdoa mohon petunjuk supaya bisa membedakan mana akar permasalahan yg bisa kita ubah dan mana yang tidak🙂

  2. Ya, tulisan tepat diatas komentarku ini memang bisa dikategorikan bukan komentar, tapi sudah jadi satu posting-an baru why …🙂

    Thx untuk masukannya, “mencari akar permasalahan dari setiap faktor2 tsb” sepertinya memang cara cepat-tepat-efektif-efisien untuk menanganinya agar emosi bisa tetap stabil dan kondisi bisa kembali “normal” …. segera lgsng kupraktekin deh, ntar hasilnya gimana ..ku kasi tau lg..

  3. kalau dibilang selalu ada campur tangan ‘perasaan’, cara kerja otak perempuan justru lebih komplek dari laki-laki.
    cara berpikir perempuan, dia harus mengelilingi otak dulu, baru mengeluarkan statement, artinya memang perempuan itu secara tidak sadar(dan sebenarnya memang disadari) melihat masalah itu dari semua sisi.
    kalo cowok mah, cenderung cara berpikirnya ‘straight to solution’
    ^ini kata2 dokter-psikologi ku..😉

    kalau dia memilih diam, mungkin dia khawatir akan ada yang tersakiti.. -_-

    jangan salah, pecandu narkoba kebanyakan laki-laki.. karena laki-laki terlalu gengsi untuk mencurahkan emosinya..
    jadi kalo cewek emosional, gak ada yang salah. terbukti kan, sedikit pacandu narkoba yang cewek, karena cewek banyak yang menumpahkan emosinya secara langsung.

    CMIIW

    ^maaf jika agak menyimpang dari topik sesungguhnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s