Unconditional Love

sangat ingin menuliskan ini, karena akhir-akhir ini sering  langsung mendengarkan kisah perjuangan,’pengorbanan,  dari calon ibu yang tengah hamil atau ibu muda yang baru beberapa hari melahirkan anaknya . Semuanya  semakin menyadarkan ku bahwa seorang ibu punya kasih sayang tanpa syarat kepada anak2nya .

Maha suci Allah yang telah menitipkan salah satu Asma’ul Husna Nya pada diri seorang ibu : Ar-rahiim   [penyayang]. Untuk alasan ini aku bersyukur menjadi seorang perempuan.

Dulu, saat kecil kita sering diajarkan atau mendengar kalimat-kalimat nasehat seperti :

  • Surga itu dibawah telapak kaki ibu, jadi ridho Allah = ridho nya  ibu
  • Jangan membantah kata-kata orang tua, apalagi ibu, karena ntar bisa dikutuk seperti malin kundang !!!

Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat nasehat lainnya yang intinya mengajarkan kita untuk “jadilah anak yang baik, nurut kata orang tua”, terutama kepada ibu.

Jujur kuakui, waktu masih kecil dulu kalimat-kalimat itu  cuma masuk telinga kanan, keluar telinga kiri, atau bahkan tidak pernah masuk, langsung mental pas di daun telinga.  Ibu meminta ku melakukan A, yang dilakukan adalah B, atau tragisnya lagi apa yang dilarang, itu yang dikerjakan. “kalian jangan berkelahi, pusing  mama dengar  kalian teriak-teriak ” , kalimat itu diterjemahkan oleh ku dan saudaraku dengan “ayo .. bikin semakin heboh pertengkarannya, kalau perlu sampai ada yang menangis ..” dan kalimat larangan itu pun jadi tidak digubris sama sekali . “Kalian jangan keluar rumah jam segini, sudah hampir magrib ” itu diartikan “mumpung belum magrib ayo kita keluar rumah, jalan-jalan …“. “Tolong mama ke warung belikan cabe .. tadi lupa “, dan anak-anaknya langsung menghilang secepatnya, bersembunyi entah di kolong mana, agar tidak  mendapatkan perintah itu. Tapi.. kalau giliran si anak meminta dibelikan sesuatu, jurus “merengek” pun dikeluarkan, kalau perlu pakai acara mogok makan, mogok bicara, pasang tampang cemberut, dan sampai keinginan itu dipenuhi, baru tersenyum …

Sepertinya seorang  ibu sering2 mengelus dada melihat kelakuan anak2nya, dan harus terus  memperbanyak stok kesabaran…Namun, seperti apapun perlakukan anak-anaknya itu.. balasan seorang ibu tetap berupa kasih sayang dan perhatian …

Hey… makaaaan… mama dah masak makan siang buat kalian … makan dulu, nanti mainnya diteruskan .. Saat  kalimat itu tidak digubris juga .. panggilan berlanjut ” hey.. kalian itu disuruh makan, bukan disuruh kerja mencangkul… makan dulu, tinggalkan mainannya … “.  Atau kalimat versi lainnya.. kalian mau makan apa ?? bilang, biar mama yang masak, biar kalian itu mau makan … disuruh makan aja susah nya minta ampun….

Mana yang sakit ??? .. biar dikasi obat…  Kan mama dah bilang, jangan keluar rumah kalau magrib.. eh kalian keluar juga, kalau kalian nurut, kan ndak perlu ada kejadian kalian jatuh dari motor..

Telepon abangmu, apa dia udah sampai di rumah atau belum … mama khawatir, dari tadi belum ada kabar dari dia …

“Mama tadi malam ndak bisa tidur, mikirkan abang mu terus , apa kabarnya dia,  ke Pekanbaru naik motor ndak bilang-bilang.. Kalau terjadi yang ndak-ndak bagimana ??? ” .

dan sudah tidak terhitung  pelukan, tangis haru setiap kali menyambut kepulangan atau mengantarkan kepergian anaknya …

Semakin kesini, aku jadi semakin sadar bahwa : SANGAT TIDAK SEBANDING antara apa yang telah diberikan oleh seorang ibu kepada anak2nya, dengan apa yang anak2nya berikan terhadap ibunya. “Aku rela korbankan nyawaku demi mu, nak”  sepertinya itu ada di dalam hati yang terdalam para ibu. Susah payah saat mengandung, sakit yang diderita saat melahirkan, perawatan yang super ekstra saat anaknya masih bayi,  yang sangat tidak ikhlas melihat seekor nyamuk pun menggigit bayi mungilnya….Semuanya dengan sangat ikhlas dilakukan. CINTA & KASIH SAYANG  TANPA SYARAT, benar-benar tulus. Tapi setelah anaknya tumbuh besar, mulai bisa berjalan, bisa bicara, mulai bersekolah … kadang balasan yang diterima adalah perlawanan, pembangkangan, sikap tidak patuh.

Tidak tau kah kau Nak … susah payah ibumu ini mengandungmu, melahirkanmu, merawatmu dan mendidikmu.. , tapi kenapa balasannya ketidakpatuhan mu ”  ????

huufft.. entahlah, sepertinya dengan sungkem saja, mencium tangannya, belum cukup mampu untuk mengekspresikan penyesalan atas semua tindakan yang tidak sebanding itu ………….

Mom, love u … always, dan hanya Allah yang mampu membalas semuanya, untuk unconditional love kepada anak-anakmu.. semoga kelak akupun  bisa mewarisi itu.

Maafkan untuk semua kekecewaan yang telah kutorehkan di hatimu Ma.

Keterangan gambar :

-Depan berkacamata : seorang ibu yang sabar,perhatian, dan penyayang kepada anak-anaknya.

-Belakang : seorang anak yg semasa kecilnya sering membuat ibunya mengelus dada  dan menggunakan stok kesabarannya.  [kalau skrg insyallah sptnya sudah tobat .. amin. Sbg bukti niat tobatnya, keinginannya hanya ingin selalu bisa membuat ibunya tersenyum bahagia, senang, bangga. Tidak akan ada lagi sikap tidak penurut,  atau mengkonversi suatu kalimat orangtuanya menjadi kalimat negasinya. Semoga janji itu bisa selalu dipegang teguh, Amin ]


2 thoughts on “Unconditional Love

  1. Yup setuju Pit, seorang ibu memang selalu mencintai anaknya tanpa syarat, pengorbanannya gak ternilai dan hebatnya selalu bisa mengekspresikan rasa cinta kasihnya kepada semua anak2nya.

    Nah, sayangnya, cinta kasih seorang anak kepada ibunya gak akan pernah bisa menyamai cinta kasih sang ibu pada anaknya (menurutku), bakti anak juga ga akan pernah cukup untuk membalas pengorbanan ibunya, dan tragisnya banyak anak yg walopun sebenernya cinta dan sayang kepada ibunya tapi GAK mampu mengekspresikan cinta dan sayangnya itu (nah ini nih kategori anak yg kurang “romantis”, mungkin termasuk juga yg nulis komen, he3…)

  2. Sepakat juga dengan komen mu why🙂

    Aku juga blm pernah secara langsung mengatakan “Ma.. anakmu ini menyayangi mu ” .. hehehheh … [tapi seorang ibu biasanya bisa membaca sikap anak2nya :)] Mungkin ntar yang ku lakukan untuk ngungkapinnya adalah : ngeliatin blog ini ke ibu ku dan bilang ” Ma, liat blog ini, dan baca tulisan yang ini sampai selesai ya ” .. dan aku pun langsung kaburrrrr dulu …. he3x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s