Speechless

Tidak tau harus bicara apa lagi, terdiam ….. sedih ….. kecewa ….. saat mendengar banyak rencana yang akan dilakukan oleh wakil2  Ku (baca : wakil rakyat) yang inti dari rencana kalian mengakibatkan habisnya uang negara milyaran atau triliunan rupiah untuk sesuatu yang TIDAK BEGITU PENTING.

Wakil-wakil Ku, kalian pasti tau bahwa rakyat yang kalian wakilkan kepentingannya, rakyat yang membuat kalian bisa berada duduk dengan enak di gedung sana, rakyat yang membuat kalian bisa dapat gaji, tunjangan,  fasilitas yang banyak , tapi kondisi rakyat  yang kalian wakilkan itu sendiri banyak yang kelaparan, banyak yang tidak tau harus tinggal dimana setelah rumah mereka digusur, atau rusak ditimpa bencana. Rakyat yang hanya punya uang pas-pas an untuk menyambung hidupnya keesokan hari. Apa kami-kami ini  kalian anggap sepele ?

Kami tidak menggaji kalian hanya untuk  tidur-tiduran saat rapat yang agendanya membahas aspirasi kami. Kami coba berfikir positif bahwa mungkin kalian kecapean kerja, rapat sampai tengah malam sehingga pagi atau siangnya jadi tertidur. Tapi pada setiap rapat lihat kalian kog seringnya tertidur ???? atau ruang rapatnya malah kosong , trus kalian pergi kemana  wakil-wakil KU ???

Halooooo wakil-wakil KU yang terhormat dan intelek …

Kalian berpakaian rapi, berdasi rapi, berdandan rapi , toloooonggg rapikan juga semua alat indera kalian untuk dapat lebih peka dengan masalah kami .

Kalian punya fasilitas lengkap : mobil mewah, rumah mewah, penghasilan tinggi. Kami tidak minta kita berganti posisi. Kami tidak minta kami yang tidak punya rumah ini menumpang tinggal dirumah kalian yang mewah itu. TIDAK !!!. Kami hanya ingin kalian menjalankan tugas dengan baik. Berempati dengan masalah kami, sampaikan aspirasi kami agar ada solusinya,  bukan malah sebaliknya memperkaya diri sendiri 😦

Sepertinya sebelum kalian menjabat, kalian perlu diceritakan dulu tentang kisah-kisah teladan para pemimpin dahulu, yang menempatkan kepentingan rakyatnya diatas kepentingan pribadi. Kisah Umar bin Khatab yang  rela memikul beras rakyatnya yang kelaparan, Abu Bakar yang tidak akan makan sebelum rakyatnya mendapatkan pembagian makanan dengan adil. Kisah seorang pemimpin yang saking tidak mau nya menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadinya, mematikan lilin- satu-satunya alat penerangan yang dipunyanya  pada saat salah satu keluarganya datang dan ingin berbicara masalah pribadi dengannya.

Wakil-wakilku, kalian tidak perlu meniru 100%  sama seperti kisah  itu [ karena aku khawatir kalian tidak akan kuat menjalankannya- toh sudah terbiasa mewah ini]..  tapi cukuplah kalian bisa mengerti apa tugas kalian dan kalian jalankan dengan baik. Kami sudah merasa puas untuk itu ..

Tolong,  berpihaklah pada rakyat yang kalian wakili ………

[maaf kalau main pukul rata – aku yakin disana juga ada yang hati nuraninya masih berfungsi dengan baik, tapi sepertinya jumlahnya minoritas dan masih kalah dengan kelompok mayoritas  yang disampaikan diatas😦 ]

———————————————————————————————————————————————–

sepertinya puisi  Taufiq Ismail ini tepat  mewakili kegundahanku :

-Kemis Pagi-

Hari ini kita tangkap tangan-tangan Kebatilan

Yang selama ini mengenakan seragam kebesaran

Dan menaiki kereta-kereta kencana

Dan menggunakan materai kerajaan

Dengan suara lantang memperatas-namakan

Kawula dukana yang berpuluh-juta

Hari ini kita serahkan mereka

Untuk digantung ditiang Keadilan

Penyebar bisa fitna dan dusta durjana

Bertahun-tahun lamanya.

Mereka yang merencanakan seratus mahligai raksasa

Membeli benda-benda tanpa-harga dimanca-negara

Dan memperoleh uang emas beratus juta

Bagi diri sendiri, dibank-bank luar negeri

Merekalah penganjur […]

2 thoughts on “Speechless

  1. hihihihi… tulisanmu tampak hidup dan penuh emosi pit… kita juga jangan mau kalah, ayo bikin spa untuk dosen di kampus, wakakakak…

    • Ya, gak tau kenapa mendadak tanduk ku sedikit keluar pas dengerin berita ttg rencana pembuatan gedung DPR yang super mewah itu😦

      untungnya aku nulis ini udah di tahun 2010, jadi uneg2 bisa bebas dikeluarin, kalau masih ditahun <1998, mungkin rada khawatir juga, mendadak bisa hilang ..😀

      btw, Terimakasih untuk koreksinya why🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s