Tawazun

Tawazun, seimbang, adil, balance, atau apapun itu istilahnya, tapi  itu betul-betul diperlukan dalam kehidupan [dan aku merasakan itu sangat dibutuhkan]. Sepertinya akan terlihat tidak normal jika ada seseorang yang 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu dihabiskan untuk bekerja saja, atau kebalikannya, dalam 24 jamnya dihabiskan dengan tidur-tiduran saja.

Teringat nasehat seorang teman “jangan lupa, fisikmu, jiwamu, pikiranmu semuanya ada haknya masing-masing, jadi penuhi haknya dengan seimbang, jangan dzalim dengan  hanya dominan memenuhi kebutuhan salah satu sisi, dan cenderung mengabaikan yang lain”

“bagaimana caranya” ???

“ya dengan seimbang”

“Bagaimana caranya supaya bisa seimbang” ??

” Kamu sering bilang ke mhs mu, baca, cari jawabannya sendiri dulu, jangan mau disuapin terus, karena ilmu yang diperoleh sendiri itu biasanya nempel lebih lama. Nah sekarang kamu cari dulu jawabannya apa. Kalau belum ketemu juga ntar kita ngobrol lagi”

“yah, senjata makan tuan”………

dan ini, hasil ‘pertapaan’ ku untuk menemukan jawabannya :

Islam mengajarkan bahwa 10 karakter seorang muslim yang ideal :

  1. Lurus akidahnya
  2. Benar ibadahnya
  3. Kokoh akhlaknya
  4. Kuat fisiknya
  5. Berwawasan luas cara berfikirnya
  6. Melawan hawa nafsu
  7. Pandai dalam menjaga/memanfaatkan waktunya
  8. Teratur segala urusannya
  9. Mandiri
  10. Bermanfaat bagi orang lain

SubhanAllah, betapa hebatnya seseorang jika semua karakter itu berkumpul pada dirinya dan betapa layaknya orang tersebut untuk dijadikan teladan [ ya tidak jauh2, Rasulullah pastinya].

Lalu bagaimana caranya supaya bisa tawazun ? membagi 24 jam waktu yang kita punya, dalam segala rutinitas yang dimiliki ? Menggunakan skala prioritas  kah?

Ku coba baca buku fiqih prioritas Yusuf Qardhawi [tapi belum khatam2 juga sampai sekarang], prioritas 1 adalah segala aktivitas yang terkait dengan menunaikan hak Allah.  dan untuk selanjutnya ada banyak pertimbangan yang dilakukan untuk menentukan prioritas sesuatu. [jika ingin mempelajari lebih detail, silahkan baca saja buku nya lansung, [link e-booknya ada banyak, cari saja di mbah google, atau lihat rangkumannya di sini]

Jika sudah dibagi-bagi waktunya, bagaimana cara supaya bisa tetap konsisten melakukannya ?

Sepertinya kata Disiplin, konsisten, istiqomah adalah jawabannya, dan lagi-lagi disitu tantangan terberatnya.

Jadi, best practice nya seperti apa ?

  • Buat jadwal yang realistis, terukur, dan sesuaikan dengan kebutuhan
  • Lakukan yang telah dijadwalkan
  • Evaluasi hasilnya, dan lakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi itu [continuous improvement]

Kalau itu diberlakukan, sepertinya apa yang disampaikan Rasulullah  “Orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik daripada kemaren, dan lusa lebih baik dari hari sekarang”  akan bisa terwujud.

Wallahu a’lam bish-shawabi….

*dari beragam referensi*

*ku bertanya,aku yang mencari jawabannya, dan aku  yang akan melakukannya*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s