Berat sebenarnya, tapi ….

Anggap saja ini curhatan seorang dosen yang dikategorikan masih pemula dengan pengalaman mengajar masih kurang dari 5 th yang terus belajar untuk bisa bersikap, belajar memberikan keputusan yang tepat (dan semoga itu juga yang terbaik)  untuk mahasiswa2 nya

“Ibu, maaf, saya mau menyerahkan nilai KP saya, kemaren barusan saya ambil dari kota XXX ( nun jauh di Jawa Timur sana).  Maaf terlambat …

Sudah pernah baca pengumuman tentang nilai KP sebelumnya ?

Belum Bu … saya tidak tau …

Maaf, pengurusan nilai yang bermasalah sudah ditutup sejak 2 minggu yang lalu.

Saya juga berat  melihat wajah mu jadi tertunduk  dan mengekspresikan kesedihan itu setelah mendengar kalimat yang keluar dari mulut saya. Saya bisa merasakan perasaan tertunduk mu itu (karena saya juga pernah jadi mahasiswa), sedih, sedikit shock (mungkin ) karena sadar kenyataan kalau kamu harus mengulang lagi untuk matakuliah itu nantinya  . Saya juga menyayangkan kenapa sampai kamu tidak tau ada pengumuman penting tentang nilaimu sendiri. Tapi maaf… apa yang saya sampaikan harus berbeda dengan apa yang saya rasakan.

Ya, kita sama-sama saling belajar aja ya Nak.  Kamu belajar bagaimana harus care, aware dengan pengumuman2 penting  yang ada, dan saya pun belajar bagaimana cara mensosialisasikan informasi itu dengan lebih baik lagi dan belajar untuk dapat menempatkan sesuatu sesuai porsi dan tempatnya.

Kasus lainnya …

“Bu, nilai saya cuma dapat segini, apakah bisa ada perbaikan ?

” Yang telah keluar itu sudah nilai akhir,. Seharusnya jika kamu ingin memperbaiki nilaimu, lakukan itu saat masih kuliah, maksimalkan semua nilai ujian, tugas, atau kuis mu ” .

Memperhatikan ekspresimu yang terdiam, tertunduk .. itu membuat saya merasa berat. Pada saat saya mengkoreksi  ujian kalian, menghitung nilai kalian , dan ternyata hasil akhirnya rendah, hati saya juga berasa berat. Kenapa nilai mhs saya begini .. jangan2 saya yang salah ajar nih ..😦

 

Pelajarannya:

Mengucapkan sesuatu yang tidak sama dengan apa yang dirasakan oleh hati bener2 gak enak😦 .  tapi ya kadang itu memang dibutuhkan dan harus dilakukan. Tidak selamanya mengikuti perasaan  itu tepat. Untuk kondisi tertentu kadang mengucapkan kebalikannya dinilai lebih tepat  (tapi dengan syarat selama itu bertujuan untuk kebaikan bersama)😀

Atau jangan2 ini perasaan yang muncul diawal2 saja, karena memang belum terbiasa. Entah mana tau setelah 10 th kemudian, dan saya masih berprofesi sbg dosen, jika ada mahasiswa yang datang menemui dan kasus2 diatas terulang lagi .. dengan perasaan ringan dan mudahnya bilang ” maaf, saya sudah tidak bisa membantu untuk kasus mu itu” ….. (*mana tau ) hehehe

4 thoughts on “Berat sebenarnya, tapi ….

  1. Daleeeemmmm…😦
    sebagai mahasiswa merasakan hal yang samaaa….😥

    kadang suka nuntut, padahal……
    -tertunduk malu-

  2. aku juga ngerasain hal yg sama pit, dan sebenernya dari dulu pengen nulis tentang ini, tapi entah kenapa selalu gak jadi, akhirnya terwakili oleh ipit🙂

    di-publish lah pit ke mahasiswa/i nya, biar mereka tau dan ngerti apa yg kita rasakan sbg dosen

    klo aku malah inget kata2 papaku dulu waktu aku ceritain gimana reaksiku menanggapi ulah mahasiswa, kata dia gini “kamu ini kan masih dosen muda, masih kurang pengalaman, lama2 nanti juga gak gitu…” hehehe😀

    • Ini perasaanku beberapa hari ini kalau ketemu dg mhs …

      Di publish ??? ide yang bagus jg ish why, ntar ku pertimbangkan dulu kira2 nanti responnya kalau rame dibaca spt apa, jadi lebih baik atau gak ya ???🙂

      Dosen muda memang harus banyak2 belajar, banyak2 nanya😀, banyak2 ngelus dada dulu … hehehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s