Arti Seorang Ayah

“Pak, belum bisa tidur .. kita main dulu sampai ngantuk ya”…  “Iya sini, kita main catur . Bapak ajarkan cara main catur supaya bisa menang.  (tapi sampai dengan detik ini, aku baru bisa menang main catur 1x melawan ayahku- selebihnya kalah😦 )

Pak, kita main congklak ya … kita main domino ya … kita main ular tangga ya,  Pak, main lagi ya, sekarang main halma, Pak, ikut main monopoli ya, ( seingatku, setiap  request untuk main, selalu diikuti, walau kondisinya baru pulang kantor atau sudah tengah malam, jika tidak – selalu ada kalimat2 pengertian yang disampaikannya kepadaku )

* dan hati kecilku berkata : Bapak  bisa diajak jadi teman main*

Pak, pelajaran sejarahnya ndak ngerti , Bapak aja yang jelaskan ya … ada tugas di LKS nya yang belum dijawab karena memang belum ngerti ….

Pak, geografi itu apa ??? ibu kota negara ini apa ??? tempat ini ada dikota mana ??, Peristiwa ini terjadi nya kapan ?? dan dengan lancar Bapak menjawab semua pertanyaan2 ku itu …

*dan hati kecilku berkata: Bapak ku pintar , cerdas.. *

“Pak kalau nanti pulang bawa martabak ya”. (Dan jika aku tertidur sebelum dia pulang, makanan itu masih terbungkus diatas meja sampai pagi. Pas bangun ayahku cuma bilang “ itu martabak yang tadi malam dipesan, habiskan, dimakan )

Pak, jempuutt….. hari ini opletnya (baca: angkot) mogok …panas2 jalan kaki pulang ndak kuat …. Pak, antar ke sekolah ya…. Udah jam 7… kalau naik oplet pasti terlambat ….

Siapa yang minum teh Bapak, kenapa  tinggal setengah , tadi masih penuh ??? . Ooo … anak betuah betul lah satu ni .. ketika melihat ke aku yang senyam-senyum gak jelas dengan tampang tidak berdosa telah meminum teh nya yang dibuat oleh ibuku.

Kenapa makannya sepiring dengan Bapak ??? Macam tak ada ada piring lain ???  Tinggal sendok nasi ke piring apa susahnya ???  Tak apa, biar aja lah … dan malah melakukan aksi menambahkan nasi lebih banyak ke piringnya untuk porsi kira-kira kenyang dimakan berdua – dia dan anaknya.

* Hati kecil ku berkata : Bapak sayang ke anak nya*

Kalian mau kemana ? pulangnya jangan malam2. Kalau urusannya dah selesai, langsung pulang ya.

Itu tadi siapa? ada tugas sekolah yang dibahas, jadinya sampai lama dia ngobrolnya ???  ….

Tadi yang telpon siapa, kog lama betul ? memang rumahnya dimana ? kenapa tak datang lansung aja dia ke rumah kalau memang mau nanya pe-er .. ??? dan introgasi pun berlanjut jika kebetulan ada teman sekolahku- laki-laki- datang kerumah sendiri.  Tidak bernada memarahi, tapi menyelidiki …

* Hati kecil ku bilang: Kenapa tiba-tiba Bapak berubah jadi seperti polisi begini ??*

Tunggu sebentar disini dulu, kasian lihat nenek itu mau nyebrang jalan sendiri.

Dan otak kecilku pun menyimpan pesan “ bantu orang lain jika kesusahan dan kita bisa membantunya ”

“tunggu, Bapak mau buang dulu kaca ini ke pinggir” , kasian kalau ada orang yang lewat dan kakinya kena kaca, atau ban motornya kena kaca.

dan otak kecilku pun menyimpan pesan “singkirkan sesuatu yang bisa bikin orang lain celaka jika kita melihatnya lebih dulu”

Begini cara masak itu, kau pun harus bisa, sambil mengiris2 bawang, dan aku membantunya memotong2 sayuran…… ketika kami berdua kelaparan di dapur mengolah makanan, Karena ibu ku sedang pergi keluar kota untuk beberapa hari

Pit, bantu Bapak nge-cat pagar ya. Begini cara nge-cat  pagar … adukan catnya mesti begini ….kuasnya harus begini .. blab la bla … (bapakku jadi pengajar……)

*Hatiku berkata : Bapak ternyata serba bisa … *

Bapak  percaya kau bisa jaga diri baik-baik. Hati-hati disana ya… Itu kalimat sederhana yang diucapkannya  mengantarkan kepergianku pindah ke pulau lain , untuk pertama kalinya pisah dengan mereka.

Bagaimana kabar ??? sehat ??? ada masalah , tidak ???

*Hatiku berkata : Bapak mempercayaiku, baiklah akan ku jaga kepercayaan itu …. *

Ada banyak kenangan penuh makna bersamanya.

Moment paling indah yang  terus kuingat sampai sekarang adalah saat kami  duduk  di pelataran masjid menikmati suasana sore hari, ditemani roti kebab dan teh hangat. Sambil memandang puncak kubah masjid , diakhir obrolan kami, ayah ku berkata “jadi orang yang berguna ya , yang ada manfaatnya , biar berkah hidup itu”. Langsung ku alihkan pandangan ku ke wajahnya. Ku pandangi lekat sambil memasukkan kalimat itu dalam2 ke hatiku.  Ia balik memandangku disertai dengan senyum tulusnya .  Aku pun balas tersenyum dengan mata sedikit berkaca-kaca. Adzan magrib pun terdengar, dan ayahku berdiri, “ya sudah magrib, ayo jemput ibu mu di hotel dan kita shalat magrib. Jangan terlambat, nanti keburu orang sudah pada ramai dan kita susah dapat tempat didalam masjidnya”.

Betapa aku merindukan nya..

Betapa aku merindukan moment2  kebersamaan itu dengan nya.

Sepenuh hati aku bersyukur dikaruniai seorang ayah seperti nya  Dengan  kesederhanaan sikapnya, ada kasih sayang tulus yang diberikan nya kepada ku, dan dengan kasih sayangnya,  dia mengajarkanku banyak hal.

Sepenuh hati aku meminta “ Wahai Allah yang maha penyayang, sayangi Ibu dan Ayahku , ampuni dosa2 mereka,  ampuni juga dosa2ku terhadap mereka. Jadikan aku anak yang dapat memberikan amal shaleh bagi mereka yang tak putus walau nanti kami sudahberpisah. Dan kumpulkan kembali kami di jannah Mu. Amiiinnn

3 thoughts on “Arti Seorang Ayah

  1. jadi kesimpulannya ayah yg baik itu:
    1. bisa jadi teman main
    2. cerdas
    3. sayang anak
    4. waspada
    5. memberi teladan
    6. serba bisa
    7. memberi kepercayaan
    8. mewasiatkan kebaikan

    siapa bilang jadi ayah yg baik itu mudah???

    thx Pit, sebagai calon ayah (entah kapan) 8 poin ini bisa jadi pedoman dan contoh buatku supaya bisa jadi ayah yg baik😀

    cayooo ayah2 se-dunia, tugas kalian ternyata tidak mudah🙂

      • ya, betul juga, mungkin dengan keinginan menyayangi dengan tulus maka otomatis 8 poin itu akan terpenuhi.

        klo aku waktu awal baca tadi yang telintas di pikiranku adalah “hmmm…. susah juga jadi ayah, nanti aku bisa ga ya jadi ayah yg baik?” hahaha😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s