Logic vs Unlogic

Sistem tubuh manusia itu kompleks, dilengkapi akal – perasaan – fisik  (sesuatu yang sangat patut disyukuri – karena Allah sendiri telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk)

Tindakan yang kita lakukan dikatakan logis jika JELAS hitung-hitungannya, rasional alasannya, jelas hubungan sebab-akibatnya. Intinya : masuk akal😀

Tapi saat unsur perasaan yang lebih dominan, bisa dibilang itu jadi tidak logis lagi, karena cara kerjanya 180 derajad berbeda. Tidak ada alasan-alasan yang jelas dan gak jelas hitung-hitungannya, tidak ilmiah.

Mau pilih yang seperti apa ??? mungkin setiap orang punya jawaban berbeda-beda silahkan saja. Kemungkinan jawabannya bisa jadi :

A. Tergantung situasi dan kondisi –> jika situasinya harus pake perasaan, ya pake perasaan, jika harus dominan mikir pake logika, ya pake akal. Perasaannya sementara disimpan dulu…

B. Sewajarnya saja… seimbang antara keduanya. Mikir, tapi juga pake hati … atau pas pake perasaan tapi harus logis juga.

C. Memilih salah satu pilihan secara dominan. Tapi hati – hati jangan sampai dicap  makhluk tidak berperasaan atau makhluk tidak berakal ( berabe ntar … )

Kalau saya sendiri cenderung memilih opsi A atau B, karena kadang secara sadar melakukan tindakan tidak logis (semoga masih masuk kategori normal – wajar), misalnya :

– dalam urusan beli – membeli :

Pernah membeli buku karena alasan utamanya COVER buku itu bagus… berwarna biru dan ada campuran putihnya.  Bukan dibeli karena alasan  tertarik dengan judulnya atau  karena penulisnya terkenal. ( Tapi setelah dibaca2, isinya ternyata sebagus covernya🙂 )

Pernah juga beli kertas kado  karena alasan  UNIK, LUCU, bercorak BATIK.  bukan karena kebutuhan ada sesuatu yang harus di kado-in pada saat itu.

(*selama dalam batas wajar sepertinya masih boleh lah ya, tapi kalau kebablasan gawat juga :D)

Tidak akan melanjutkan belajar untuk ulangan hanya karena hati merasa tenang2 saja dan  merasa “sepertinya gak jadi ulangan ” ,  walau dari minggu sebelumnya sudah disampaikan oleh guru akan ada ulangan  … (tidak pernah disarankan ke orang lain, khawatir masuk kategori ajaran sesat – jadi cukup untuk diri sendiri, dan  syukurnya 100 % akurat, mendadak guru rapat, gurunya gak datang karena keluar kota yang intinya ulangan pada hari itu dibatalkan.  How lucky I’m – when I was senior high school🙂 ).

Jadi, berhubung kita manusia , bukan robot yang hanya menjalankan intruksi tertentu, optimalkan semuanya🙂. Sesekali tidak logis pun sepertinya masih wajar .. karena kalau terus mensyaratkan alasan logis  pun bakalan capek🙂 (100 % murni pendapat pribadi)🙂

Atau mungkin juga sesuatu yang tidak logis menurut kita ternyata kalau durunut2 dan dicari korelasinya, itu merupakan sesuatu yang ilmiah. dan logis. (cuma saya belum tau runutannya seperti apa .. maklum, keterbasan pengetahuan🙂 ). Atau bisa jadi sesuatu yang tidak logis saat ini, berubah jadi logis beberapa waktu kemudian.

 

 

*ditulis saat tergoda untuk melakukan sesuatu yang tidak logis [lagi] tapi  otak  ngasi alarm tidak setuju jika dia tidak dilibatkan ……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s