Right Sentence in the wrong topic = WRONG

Bagi yang sudah belajar matematika diskrit,  pasti tau yang namanya logika matematika – tabel kebenaran. Untuk IF-THEN akan berlaku if TRUE  then FALSE –> maka nilai kebenarannya  FALSE, selain itu bernilai benar.

Tanpa disengaja (tidak bermaksud melakukan eksperimen apapun), aku pernah mengalami kejadian yang merupakan pembuktian dari nilai kebenaran IF-THEN itu. Dengan kalimat yang secara iseng kutulis dibuku sejarah  dan tanpa sengaja dibaca langsung oleh guru sejarahku :

Yang lalu biar lah berlalu .. untuk apa diungkit-ungkit lagi .. lupakan saja, jadi …  untuk apa belajar sejarah  ????


* Kalimat ini sukses bikin aku diberi petuah hampir  2 jam – private diruang guru- dan tidak diberi kesempatan bagiku untuk membela diri  (andaikan si ibu tau kalau itu hanya keisengan ku saja,  asal materinya  bukan homo sapiens , megantropus paleojavanicus, pasti dengan senang hati kuikuti pelajarannya)

Besoknya, saat pelajaran matematika yang membahas tentang logika matematika, aku baru tau ternyata suatu kalimat secara matematis bisa dibuktikan salah/benarnya, tidak hanya dengan perasaan saja🙂.

Tulisan keisengan ku yang lainnya:

Jika semua masalah bisa selesai dengan permintaan maaf, buat apa ada polisi, hukuman, hakim, penjara ??

Dan saat  itu dibaca oleh guru Pancasila, dengan sabarnya ia menasehati” Nak, perlu ada sanksi untuk orang yang telah melakukan pelanggaran, karena negara kita ini negara hukum… bla bla bla

* Aku sudah siap menanggung  kalau nanti nilai sejarah atau pancasila ku rendah karena kasus ini*, dan aku sudah state kalimat itu adalah pikiran sesat ku  dan harus dibuang jauh2 dari kepala : )

Pelajarannya :

– Semuanya mesti BENAR, apalagi pada kesimpulan … jangan sampai  SALAH

– Right sentence, in the right topic, right place , right time, right situation  –> TRUE😀

2 thoughts on “Right Sentence in the wrong topic = WRONG

  1. ya, setuju bu… sangat setuju…

    kalo saya malah jadi inget dulu pernah nulis2 kata “kebodohan…” di buku Bahasa Indonesia SMU saat sang guru menerangkan di depan kelas.

    maksud saya yg bodoh adalah saya sendiri (ababil dengan konfik batin waktu itu), tapi sepenggal kata ini sukses bikin guru bahasa Indonesia saya tersinggung dan bertanya:

    “siapa yang bodoh Wahyu? saya ya?”

    dan dengan polosnya saya ngeles: “Eh, nggak kok Bu, saya lagi bikin puisi…”

    Saya yakin guru saya terlalu pintar untuk percaya dengan alasan itu, hehehe…😀

  2. hehehehe
    Paling guru nya ngebatin dalam hati bilang ” ..sudah lah Nak.. gak perlu pake acara ngeles segala, saya tau kog kemampuanmu nulis puisi seperti apa…. ” 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s