Bulan Kesiangan

SD dulu, saat pelajaran Bahasa Indonesia guruku pernah bertanya ke aku untuk melengkapi peribahasa : mukanya pucat bagai ….

kujawab “kapas bu !!! … ” salah
salju ???.… oh, masih salah Fitri…..

Aku berfikir keras … mengingat-ingat apa lagi yang kira2 berwarna putih yang bisa disamakan dengan muka pucat. bulu kelinci putih, cat putih, tepung, beras, kertas putih. Ah sepertinya tidak cocok kalau dimasukkan ke pribahasanya, pribahasa biasanya pakai istilah2 lama.  Akhirnya dengan sedikit ngasal karena sudah tidak ada ide jawaban lagi ku jawab sekenanya, berharap kali aja tebakanku benar “mukanya pucat seperti muka mayat bu ???” dan langsung teman-teman perempuan ku yang lain berteriak … iiiihhhhh iiiiipiittttt… jawabannya jangan yang menyeremkan begitu …

Guru ku langsung mendiamkan keributan kami, jawabannya mukanya pucat bagai bulan kesiangan.

batin ku”oh ada ya yang namanya bulan kesiangan?, bentuk nya seperti apa itu bulan kesiangan ?, sepucat apa ???”

Seolah2 mengerti apa yang ada di kepalaku, guruku menjelaskan. Kalau kalian ingin lihat bentuknya, coba keluar rumah sekitar jam 06.00 pagi, lihat kelangit, bulannya berwarna putih, pucat karena sudah tidak mendapatkan pantulan sinar matahari lagi, itu diistilahkan bulan kesiangan.

Karena penasaran, selama sekitar satu minggu (seingatku), setiap habis subuh, aku keluar rumah, melihat-lihat kelangit untuk mencari si bulan yang kesiangan itu. Tapi entah waktunya yang belum tepat, atau bulannya ketutup awan, atau aku nya yang salah liat arah, aku belum berhasil menemukannya. Yang kulihat ada bintang yang bersinar kuning keemasan, terang, walau sudah pagi. Saat kutanyakan ke guru ku lagi, guru ku menjelaskan itu adalah planet venus. Bersinar terang, dan terlihat jelas karena posisinya yang paling dekat dengan bumi.

Akhirnya rasa penasaranku terjawab juga. Bulan kesiangan itu bisa ku lihat secara langsung. Ya bulannya tidak berwarna kuning keemasan lagi, tapi siluet putih, seperti muka yang pucat. (Tapi seperti apapun kondisinya, dimataku bulan itu selalu terlihat indah, dan itu terus berlaku sampai sekarang).

Kalau dibaca dari beberapa tulisan yang menjelaskan tentang asal sinar pada bulan, bulan tidak memiliki sumber cahaya sendiri, hanya memantulkan cahaya dari matahari. Bulan kesiangan terlihat di  belahan bumi yang sudah pagi. Cahaya matahari dominan diterima sehingga mengalahkan cahaya yang dipantulkan oleh bulan tersebut, sehingga terlihat putih.

Kalau sekarang, bulan kesiangan ini sering ku lihat setiap aku keluar rumah sekitar jam 6.00 pagi, beberapa sempat ku ambil gambarnya. (dan setiap kali melihat bulan kesiangan, aku kembali ingat peribahasa itu).

Ingatanku jadi ingat lirik lagu tentang bulan yang saat sd-smp sering ku dengar.

andai bulan bisa ngomong ….
tentu dia tak akan bohong …

sekarang jadi pengen request ke orang-orang yang bisa bikin lirik lagu .. requestnya : bikin lirik lagu tentang bulan kesiangan dong …😀

5 thoughts on “Bulan Kesiangan

  1. Pingback: Paaaaaaaaa Giiiiiiiiiiiiii [2] :D « What I Feel-Think-Do

  2. hahahaha…. lucunya, postingan ini…. nice post, Pit…
    btw, munculin hits stats nya donk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s