Special Present for Special Person

Dulu ibu ku sering bercerita ke anak-anaknya, mau itu dongeng atau cerita tentang masa kecilnya sendiri. Ada satu cerita masa kecilnya yang sangat membekas di kepala ku dan sampai sekarang aku selalu mengingatnya.

“Mama sekolah pas jaman susah. Biaya sekolah cari sendiri karena nenek, kakek tidak punya uang untuk membiayai sekolah ketujuh anaknya. Gaji seorang buruh angkat barang dari pelabuhan ke pasar tak seberapa, buat makan ketujuh anak nya saja sudah syukur. Mama pernah dikeluarkan dari kelas karena sudah beberapa bulan tidak bayar uang sekolah, baru boleh masuk lagi kalau sudah dilunasi. Kalau hari minggu, Mama dan Tante jualan pecal di pasar. Pulang sekolah, biasanya Mama bantu-bantu cuci piring di warung makan. Kalau musim panen, Mama ikut bantu orang panen. Semua uang nya itu dikumpulkan buat beli buku, bayar uang sekolah. Pernah ada teman sekolah Mama yang berbicara   “ooohh.. dia  masih mau terus sekolah ?? pake apa dia mau bayar uang sekolah” ?? saat mama mau melanjutkan sekolah ke SMP. Memang dia anak orang kaya di kampung saat itu, jadi dia tidak melanjutkan sekolah lagi setelah lulus SR (sekolah rakyat), mungkin mengira harta orang tuanya sudah cukup untuk hidupnya. Sekarang kalau Mama pulang ke rumah nenek dan bertemu dengan dia, dia langsung menghindar, mungkin malu, tapi Mama biasa dengan dia, Mama tetap sapa. Kalau Mama, masih ingin terus sekolah karena dulu mama berfikir pendidikan itu bisa merubah kehidupan orang, tidak hidup susah terus, tidak hidup di kampung terus.

Sekarang kalian nasibnya lebih baik daripada Mama pas sekolah dulu. Tinggal minta uang sekolah, minta uang untuk beli buku, beli sepatu sekolah, semuanya tinggal minta. Jadi hasilnya pun harus lebih baik daripada hasil saat Mama sekolah dulu. Mungkin mama tidak bisa nantinya tidak bisa mewariskan kalian harta yang banyak, karena kedua orang tua kalian ini cuma PNS. Tapi kalau kalian punya ilmu, itu jauh lebih baik buat hidup kalian. Harta itu akan habis, tapi ilmu itu tidak. Kalau kalian bisa sekolah setinggi-tinggi nya sampai tak ada lagi jenjang sekolah yang lebih tinggi di muka bumi ini, sekolah lah terus. Kalau mama masih mampu membiayai, mama bantu, tapi kalau kalian sudah bisa mandiri dan mampu bayar sendiri, itu pun bagus.

Dulu, saat mendengar cerita ini, aku hanya membatin “cerita ibu ku seperti cerita di film2 aja”… “siapa sih teman ibu ku yang sok-sok an menghina orang lain? emang sekaya apa sih dia ???”
Tapi, setelah aku tinggal jauh dengan ibu ku untuk meneruskan sekolah, aku baru bisa mencerna pelajaran dibalik cerita itu

Jangan menyerah pada kesulitan, semuanya insyaallah bisa di lalui jika punya semangat dan kemauan yang kuat untuk melewatinya.

Cerita ibuku itu juga yang selalu kuingat-ingat jika semangatku sedang turun, setan-setan entah darimana datangnya membisikkan kalimat2 godaannya ke aku. “Sudahlah … apa sih yang kamu cari … kenapa kamu mau bersusah-susah seperti ini, lihat, badan mu lelah, pikiran mu lelah, kamu jadi sakit,  … gak perlu susah-susah sekolah lagi kalau cuma bikin kamu seperti ini”. Mengingat ulang cerita itu ampuh mengusir semuanya dan membuatku memiliki tenaga untuk bangkit lagi.

Sekarang, setelah satu tahap selesai, kisah-kisah itu selalu menjadi manis untuk dikenang🙂. Alhamdulillah, semuanya sudah dilewati. Dan jika ada yang bertanya kepadaku, Siapa orang yang paling berhak menerimanya ? tanpa pikir panjang ku jawab : ibu ku..

kupersembahkan ini

sebagai wujud terimakasih ku ke pada mu

tanpa lelah kau berjuang membesarkan ku

berikan yang terbaik untuk ku

Izinkan lah tangan mu ku cium dan ku bersujud di pangkuan mu

Temukan kedamaian di hangat pelukmu

didalam hati ku yakin serta percaya

ada kekuatan doa yang engkau titipkan

lewat Tuhan yang membuat semangat

bila diri rapuh dan tiada berdaya

Ada surga di telapak kaki mu

buka pintu maafmu saat ku lukai hati mu

ada surga di telapak kaki mu

lambang kemuliaan dirimu

lewat restu mu terbuka pintu ke surga

*dikutip dari lirik lagu Gita Gutawa – Surga di telapak kaki mu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s