Ujian

Minggu ini adalah minggu uts di kampus tempat ku mengajar. Saat menjadi pengawas ujian, banyak ekpresi mhs saat sedang mengerjakan soal ujian yang bisa dilihat. Ada yang diam-tenang-khusyuk, ada yang lirik kanan kiri mencari inspirasi, ada yang termanggu menatap langit2 kelas, mungkin juga sama, dalam usaha sedang mencari ide untuk jawaban ujiannya.

Aku juga pernah di posisi seperti mereka, pernah merasakan , deg-degan mau ujian “ntar aku mau jawab apa ya, nggak terlalu mengerti materinya. Pernah merasa pede “oh cincailah untuk kuliah ini – mengarang indah di lembar jawabannya, trus keluar secepatnya..”.

Jadi ingat lagi beberapa cerita saat aku ujian (karena masuk kategori rada ekstrem, atau kategori apes, atau kebalikannya- hoki saat ujian):

1. Pernah tertidur saat ujian sekitar 10 menit. Aku sangat mengantuk. Terbangun karena pulpen jatuh di lantai. Pas bangun aku mikir : pengawasnya gak bangunin aku ya? Atau tadi udah berusaha bangunin tapi aku nya gak ngeh? Atau sengaja dibiarin saja tertidur sampai waktunya habis dan setelah selesai baru bilang “mba, bangun- waktu ujiannya udah selesai” ?😦 Entah karena saat tidur aku dapat “wangsit” untuk ngejawabnya, atau aku merasa waktunya sudah mau habis, jadi aku menulis dengan sangat lancar, selancar aku ingin keluar cepat dan meneruskan tidur ku di atas kasur dengan nyaman.

2.Sambil menunggu pengawas masuk, ada kucing (yang dimataku saat itu terlihat lucu) berkeliaran di gedung itu dan mendekati ku. Refleks ku belai-belai kepalanya. Cerita apes nya berlangsung sekitar 15 menit setelah di ruang ujian, aku mendadak bersin-bersin, dan cairan hidung ku pun keluar sangat lancar tanpa bisa ku tahan, dan aku gak bawa tisu. ” kog mendadak begini, padahal tadi baik2 saja?” Melirik ke kiri dan ke kanan buat mencari tisu, tapi teman2 ku menggeleng semua. Pengawas malah mendekatiku mungkin curiga akan meminta contekan. Akhirnya, konsentrasi ku buyar, otak ku pun jadi buntu karena sibuk ngurusin hidungku yang ber-ulah. Ku putuskan untuk secepatnya menyelesaikan ujian, dan segera keluar ke kamar mandi untuk mengeluarkan semua cairan yang sudah kutahan2 dari tadi. Diluar pintu, saat aku keluar, aku melihat kucing itu masih duduk dengan manis, memandangku mengharapkan belaian lagi sepertinya. Otak ku langsung bilang “oooh ternyata kamu penyebabnya”. Saat ujian tanpa sadar sepertinya tanganku mengusap hidung, dan tangan itu tidak dicuci setelah memegang kucing itu. “Ya aku terima kalau nilai ujian ku jelek karena kamu Cing” salah ku sendiri kenapa tadi megang kamu, lalu megang hidungku sendiri”.

3. Ada satu materi kuliah yang sama sekali aku bablas nggak ngerti. Sebelum ujian aku mendapat info ada belajar kelompok. Aku langsung datang berharap ada pencerahan. Ku ikuti semua penjelasan dari teman2 ku dengan seksama. Saat ujian pun ku berusaha jawab soalnya sesuai dengan penjelasan dari teman2 ku itu. Hasilnya, sangat diluar dugaan, nilai ujianku paling tinggi dikelas. Ada rasa senang dan gak enak juga dengan teman yang menjelaskan materi saat belajar kelompok itu karena nilainya lebih rendah daripada ku. Sedang hoki-mungkin itu kata yang tepat menurutku.

4. Saat TPA, aku harus mengerjakan kurang lebih 250 soal dalam waktu 3 jam. Sebelumnya aku sudah diwanti2 agar makan sebelum test itu, tapi karena aku sudah hampir telat, ya “bye bye sarapan”. Aku mengerjakan test bagian verbal-analogi-dan hitung2an itu dalam keadaan lapar, perutku kruyuk2an. Semakin bertambah lapar karena soal2nya harus dikerjakan dengan cepat, dan tepat. Menguras energi🙂. Syukurlah saat hasilnya keluar, nilai yang ku peroleh cukup bagus, lebih dari standar kelulusannya. Menurutku ini bener2 kekuatan doa. Beres ujian, aku langsung “kalap” makan.

5. Ujian dengan persiapan belajar H-2 jam sebelum ujiannya. Ujian jam 13.00, aku baru bisa belajar jam 11.00. Yang ku lakukan adalah menemui temanku yang mengajar untuk topik matakuliah itu. HP ku matikan, dan aku datang dengan bilang “saya short course untuk materi2 a,b,c, dan d. Tolong ajari cara yang paling singkatnya karena jam 13 siang ini ujiannya. Teman ku terdiam sesaat dan bilang “nih orang niat ujian gak sih?, tapi tetep ujung2nya ngajarin juga.

6. Malam ini, aku juga baru test. Test dengan kondisi lapar, kehujanan, mengantuk, badan sudah capek karena seharian beraktivitas. Tapi ya sudah lah.. Jalani saja .. Urusan hasil belakangan (ini namanya prinsip 1/2 pasrah +1/2 nekat).

Tapi apapun itu ujiannya, bagaimana pun cara kita menghadapinya dan kondisinya : lakukan dengan versi terbaik yang bisa dilakukan. Yang namanya ujian untuk mengetahui apakah kita sudah menguasai atau belum. Jika sudah, ya naik tingkat🙂, jika belum, ya ulangi lagi sampai bisa:).

Untuk mhs2 ku:
-Selamat menikmati ujian-
-semoga lancar-
-semoga mendapat hasil yang terbaik-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s