I’m an ACTOR, not REACTOR.

Saya suka dan terinspirasi dengan kisah ini, setelah minta izin ke sumbernya untuk dikutip – ini saya kutip di sini. Sangat setuju dg prinsip “independen terus baik” dalam bersikap, tidak terpengaruhi dengan kondisi diluar diri kita. Tapi jujur, ini cukup susah diaplikasikan (oleh saya sendiri). Emosi ikut terpancing karena sikap tidak baik orang yg sedang berinteraksi dengan kita sering refleks muncul- dan baru sadarnya diakhir “kenapa juga harus jadi emosi gak jelas ???”. Pertanyaan yang terlambat keluar …..

Ini kutipan ceritanya :

Dua org ibu memasuki toko pakaian & membeli baju seragam anaknya.
Ternyata pemilik tokonya lagi bad mood sehingga tidak melayani mereka dengan baik, malah terkesan buruk, tdk sopan dgn muka cemberut.

Ibu pertama jelas jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu.
Mengherankan, ibu kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjualnya.

Ibu pertama bertanya, “Mengapa Ibu bersikap demikian sopan pada penjual menyebalkan itu?” Dijawab, “Mengapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak ? Kitalah sang penentu atas sikap di hidup kita, bukan orang lain.”

“Tapi ia melayani dengan buruk sekali,” bantah Ibu pertama.

“Itu masalah dia. Kalau dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk dll, toh tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan menentukan hidup kita, padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita,” jelas Ibu kedua.

00OO00

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan org lain. Kalau orang melakukan hal buruk, kita akan membalasnya dg hal yg lebih buruk lagi. Kalau orang tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau org lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba2 jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dg org tersebut. Ini berarti tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan org lain.

Kalau direnungkan, sebenarnya betapa tidak arifnya tindakan kita. Mengapa utk berbuat baik saja, harus menunggu diperlakukan dg baik oleh org lain dulu?

Jagalah suasana hati sendiri, jangan biarkan sikap buruk org lain menentukan cara kita bertindak! Kitalah sang penentu yang sesungguhnya!

I’m an ACTOR, not REACTOR.

———–

Terimakasih Pak Noki, atas berbagi ceritanya di group sekolah kita🙂

2 thoughts on “I’m an ACTOR, not REACTOR.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s