Dalam Diam Diya Bertanya (6)

“Adat suku bakumpai, lengkap ..
Kehidupan masyarakatnya … Udah
Senjata mandau … Ok ada.. ,
Wah, udah beres nih … Udah bisa balik kita …” Setengah berteriak Di menutup notes kecilnya.

“Ada yang masih kurang … Kita dari kemaren belum ketemu dengan kepala sukunya …..” Suara Eko menimpali dari arah belakang.

“Ini juga udah lengkap kog tanpa harus ketemu kepala sukunya” Di balas menimpali

“Ya kali aja anak kepala sukunya cewek dan cakep …. Jadi yaaa sekaliaaaan…” Jawab Eko ngasal, sambil berlalu keluar pintu

“Ok, baiklah, demi membantu teman ku ini, kita ke rumah kepala sukunya, dan pertanyaan pertama kita disana adalah “bapak punya anak gadis?, “kalau ada usianya berapa? Masih dibawah umur atau tidak?” Jika sudah dewasa, kira2 bapak sedang mencari calon menantu atau tidak sekarang?, kalau ya, bersediakah bapak kalau menantunya orang seperti teman saya ini ?”. Bagaimana Ko, deal dengan daftar pertanyaanku ??? Kalo deal, kita kesana sekarang juga.

Tantangan Di disambut dengan gelengan kepala Eko dan celetukan-celetukan kecil dari teman-temannya yang lain.

“Ayoo Ko, masa kalah dengan tantangannya Di ..” Ah payah loe … Deni semakin memanas-manasi

“Yah, lu yang mulai, lu juga yang ngalah .. Cemeeenn, kayak lagu dangdut aja .. Kau yang mulai kau yang mengakhiri … Tariiiikkk maaaannggg” Wita tak mau ketinggalan memanasi

Mendapatkan angin segar dari teman2nya yang lain, dan melihat Eko yang terpojok tanpa bisa berkomentar banyak , Di langsung mengambil kamera, dan notes kecilnya. Sambil tersenyum penuh kemenangan Di berdiri ” Ok, yuks sekarang kita cari kepala sukunya, ajak pak DJatta sekalian mana tau kita butuh penerjemah, dan loe Ko, mau ikut atau kagak, gak jadi masalah- tapi gue yakinnya loe ikut sih, kan mau ketemu calon mertua … “

“Dasar plin plan, barusan bilang gak perlu kesana, eh gak nyampai setengah jam udah berubah lagi keputusannya ” . Eko hanya bisa bergumam dengan tetap mengikuti langkah kaki teman2nya yang lain

“life is unpredictable, Jendral …”

“But we can prepare for it, sersan …”

“Tetep aja kalau gak unpredictable, gak rame “

” Tapi tetep aja kita harus bikin planning untuk hidup. Kata orang bijak kalo hidup harus punya tujuan yang jelas, tujuannya ke Pencipta kita …. Gak bisa asal ngalir gitu aja- apa adanya … Ngerti gak loe !! “

Unpredictable…, kata yang mengungkit kembali kenangan lama Di…. “Segala sesuatunya bisa terjadi tanpa diduga-duga .. unpredictable … Kamu harus siap dengan segala sesuatu yang terjadi nantinya pada hidup mu Di”. Itu obrolan terakhir antara Di dan ayahnya sehari sebelum ayahnya meninggal karena kecelakaan pesawat yang menerbangkannya ke Inggris. .. Life is unpredictable and everything can happen. Itu kesimpulan Di.

Sesampainya dirumah kepala suku, terdengar suara batuk tertahan dari dalam. Mereka menemui dua orang laki-laki, yang satu berusia paruh baya dan satunya sudah berusia lanjut sedang tergeletak lemah diatas kasur tipis di sudut rumah.

Setengah berbisik Di bertanya ke Pak Djatta ” kepala sukunya yang mana Pak??”

“Sabar dikit napa sih ??” Baru juga masuk ” eko bergumam kecil dari samping

“Gw udah gak sabar pengen nanyain yang mana yang punya anak gadis .. Ah lu jangan pura2 jual mahal gitu Ko, kesempatan baik itu kadang gak datang 2 kali”

Tatapan Diya terhenti pada sosok laki-laki tua yang duduk di pojok ruangan. ” kumulai dari bapak ini saja wawancaranya” …

Bersama Pak Djatta, Diya perlahan mendekati. Laki-laki tua itu perlahan mengangkat jari telunjuknya ke arah Di dan sambil bergumam lemah ….. Ikau…ikau.. Buhen sihituh …

-bersambung-

2 thoughts on “Dalam Diam Diya Bertanya (6)

  1. Ternyata selain ngajar Bu Fitri juga bakat nulis cerita fiksi, jadi penasaran akhir ceritanya ini apa ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s