MUDIK

Setiap akhir ramadhan, ritual mudik selalu rame dilakukan (termasuk saya). Merayakan lebaran bersama keluarga, berkumpul dengan orang-orang yang disayang bikin kita rela melakukan banyak hal untuk itu. Cari tiket jauh2 hari sebelumnya, atau rela antri panjang ditempat penjualan tiket, berdesak2an … Intinya apapun dilakukan agar mudik bisa dilakukan

Bagaimana dengan “mudik” diri kita ?? “Mudik” menuju kondisi fitrah, sehingga di 1 syawal bisa merayakan kemenangan yang telah dijanjikan itu .. Kembali seperti terlahir suci. Apakah kita ikhlas juga “berdesak2an” untuk menghidupkan malam di bulan ramadhan ini untuk shalat sunnah dan tilawah ? Apakah kita rela “ngantri” bangun tidur untuk sahur. Rela menahan lapar ??

Mudik tidak sekedar memindahkan fisik dari satu tempat ke tempat lain, dari satu pulau ke pulau lain, tapi yang tak kalah penting juga adalah me-mudik-kan diri ini kembali ke fitrah nya.

-Selamat memaknai mudik-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s