Bersyukur

Rumput tetangga biasanya terlihat lebih hijau daripada rumput sendiri. Dengan BERSYUKUR, bisa membuat rumput sendiri sama hijaunya atau bahkan lebih hijau daripada rumput tetangga

Itu kesimpulan yang saya dapatkan hari ini. Terdengar seperti kesimpulan yang ‘klasik’ karena nasehat agar kita memperbanyak syukur sudah sering terdengar, anjuran “jadilah manusia yang pandai bersyukur” juga sudah sering disebut-sebut, tapi untuk kali ini, kata itu meresap masuk ke hati saya🙂 #semoga resapannya sampai ke bagian hati yang paling dalam.🙂

Setelah bersillaturrahim dengan teman-teman lama versi ‘tele’ via YM, G-Talk, BBM, SMS, atau telepon. Saling bertukar kabar, berbagi cerita, ada saja terselip kalimat “iya enak melihat kamu berkarya, sudah jadi ini, jadi itu, sudah bla bla bla … dst”, sedangkan disaat yang bersamaan, disisi saya selalu terlintas pemikiran “subhanallah teman, hidupmu sudah nyaman, sudah ini, sudah itu .. Bla bla dst.

Kontras ya🙂, saling melihat orang lain kondisinya lebih baik. Kapan selesainya kalau seperti itu terus, tidak ada akhirnya???🙂

Jadi :
Silahkan lihat orang lain lebih baik daripada diri kita sendiri, sehingga kita termotivasi untuk sama baiknya atau bahkan lebih baik lagi.

Disaat yang sama, jangan lupakan apa yang sudah ada di diri sendiri, dan syukuri semuanya. “Siapa yang bersyukur pada Ku, ku tambah nikmatnya, barangsiapa yang ingkar, sungguh azab Ku sangat pedih” (Ibrahim:7).

-jadikanlah kami hamba-hamba Mu yang pandai bersyukur-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s