Penikmat Hujan

Sudah lama gak hujan-hujanan, terakhir saat masih kecil dulu, dan siang ini, memori itu diulang lagi. Ternyata ‘sensasi’ hujan-hujanan itu masih tetap sama seperti dulu. Rada susah bagi saya untuk mendeskripsikan sensasinya seperti apa, tapi yang jelas, saat tetes air hujan itu mengenai wajah …rasanya “sesuatu banget ”🙂 Terlepas kalau penelitian mengatakan air hujan mengandung zat asam dan unsur2 lainnya yang tidak baik bagi kesehatan #sesekali ini juga kog hujan2annya …

Dengan niat menghadiri acara sillaturahim+arisan teman2 Duri siang ini, saya berangkat ke Sukaluyu. Tepat ditengah jembatan layang Kiara Condong, ssssrrrrrrrr …. Langit langsung menumpahkan seluruh air yang ada diawannya. Hujan deras langsung mengguyur jalanan. Entah kenapa, kepalaku langsung menawarkan satu ide yang rada nyeleneh “bagaimana kalau kita hujan2an aja, jangan berteduh??, sepertinya seru, hujannya deras banget, kan udah lama juga gak hujan2an deras begini”. Selang sepersekian detik, kepala sebelahnya lagi bilang “ya setuju, sepertinya bakalan seru”. Akhirnya, perjalanan diteruskan dengan hanya bermodalkan jaket dan helm sebagai pelindungnya. “Gampang, ntar kalo basah, minjam pakaian teman, dan di sana juga udah disiapin banyak makanan, jadi bisa makan, mau perbaikan gizi kan ??? “, kepala bagian lainnya memberikan sedikit ketenangan.

Hujan yang sangat deras, sampai jalanan jadi gak kelihatan jelas.”Ini udah di jalan apa ya, kog gak kelihatan gini.”. Kaca helm sengaja dibuka setengah, selain emang sengaja pengen merasakan air hujan yang mengenai wajah, juga buat ngeliat jalan yang jadi ketutup curah hujan. Selama di jalan, aku semakin menyadari bahwa selain penikmat bulan, penyuka suasana pagi, ternyata saya juga penikmat hujan, penyuka air😀. Pantasan kalau nonton avatar, lebih suka dengan aksi nya Katara – si pengendali air. (Salah satu cara untuk mendeteksi sesuatu itu menjadi bagian diri, karakter kita kalau bertemu dengan studi kasusnya🙂 )

Syukurlah, sesuai prediksi, sesampainya dirumah teman yang menyelenggarakan acara- Debby, aku langsung disambut dengan makanan yang super duper banyak dan enak. Emang beruntung kalo punya teman yang berbakat jadi chef🙂, bisa sering2 memanjakan lidah dan berwisata kuliner kalau di rumahnya.

Terimakasih ya Allah atas anugrah hujan Mu …
Terimakasih By, atas jamuan : laksa, sambal lado udang, puding leci kelapa muda, puding coklat, kue putu … Bener2 semuanya menggugah selera. Dari awal nyampe sampai sekarang, mulut masih aktif memakan semuanya🙂
Terimakasih Dewi, Danil atas ngumpul2nya, bener2 sillaturrahim itu indah🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s