“Ibu”, …. “Ya Nak” …

“Ibu …. Saya ingin minta bantuan ..”

“Ibu, saya minta tolong anak saya diingatkan ….”

“Ibu, saya ada masalah …. Bisakah Ibu membantu saya … Tolong saya Bu, …. “

Itu beberapa penggalan sms yang masuk ke inbox hp saya hari ini. Keywordnya hampir sama : Ibu, tolong, bantu.

Yang pertama terlintas dipikiran saya saat ngebacanta : ini hari apa ya ?? hari Ibu kah hari ini?? Kog mendadak banyak sms dengan diawali dg panggilan Ibu??

Lintasan pikiran kedua : ok, ayo dibaca dengan baik isi smsnya, pahami maksudnya apa, dan tentukan tindakan proses selanjutnya untuk isi sms itu

Dan setelah beres membalas semua … Ada beberapa catatan penting bagi saya :

1. Dipanggil dengan panggilan Ibu itu ternyata ada “sensasi” tersendiri juga🙂, saya tidak menilai itu adalah panggilan karena faktor beda usia, tapi lebih merasakan “Ibu” itu panggilan hormat yang sarat makna . Rada susah bagi saya untuk mendeskripsikannya dengan kata2, tapi ada “perasaan lain” yang masuk ke hati saat kata “Ibu” itu disebut untuk memanggil saya. Sesuatu banget lah pokoknya😀. Tumben juga kenapa mendadak jadi merasakan spt itu, padahal dari beberapa tahun lalu saya juga sudah mulai dipanggil dengan panggilan itu, tapi baru sekarang “sensasi” panggilannya berasa jadi beda. Tapi ya sudlah, berhubung terkait dengan “rasa-merasa” yang itu kerjaannya perasaan, jadi gak bakalan ketemu dengan jelas alasannya jika dilogikakan🙂.

2. Hampir sebagian besar isi dari sms itu menyampaikan masalah yang sedang dihadapi dan meminta bantuan, keputusan atau kebijakan dari saya untuk penyelesaiannya. Membaca masalah demi masalah, memikirkan solusi terbaik untuk semuanya, membutuhkan waktu yang cukup banyak juga. Belum lagi emosi yang “diaduk2” saat membacanya🙂, itu juga menguras energi . Coba mengambil sisi positifnya “Mungkin saya sedang diberi kesempatan untuk belajar jadi ibu yang baik🙂. Belajar bagaimana caranya agar tetap bisa memberikan cukup perhatian ke anak2nya diantara tuntutan perhatian2 ke urusan yang lain juga akibat konsekuensi dari tanggung jawab yang diembannya. Belajar bersikap adil dalam memberikan keputusan untuk, belajar menegur anaknya yang salah dan memberikan masukan-masukan agar anaknya jadi lebih baik. Pelajaran yang berharga🙂 gak cukup 2 sks pelajarannya

#Maafkan Ibu ya Nak, jika masih banyak kekurangan-kekurangannya saat berinteraksi dengan kalian. Mohon pengertiannya karena Ibu kalian ini terus belajar jadi Ibu yang baik. Jadi, kalau ada yang masih salah , itu bukan disengaja olehnya🙂. Jika Ibu kalian bersikap tegas, tidak memberi izin untuk apa yang kalian lakukan, menegur kalian, itu sebenarnya wujud dari sayangnya . Dan percayalah, seorang Ibu itu selalu mengusahakan yang terbaik untuk anak-anaknya,🙂.

-salam sayang –🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s