Menggoes

image

Ini cerita tentang dua anak manusia yang ingin membuktikan kebenaran peribahasa “mensana in corporesano”. Ingin menerapkan pepatah “mencegah lebih baik daripada mengobati”, ingin mengimplementasikan nasehat orang bijak “jagalah kesehatan”. Intinya, mereka ingin menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga🙂. Bersepeda di hari Minggu pagi pilihan olahraga mereka saat itu.

Tapi diantara sekian banyak kesamaan alasan berolahraganya, ada satu perbedaan sangat mencolok diantara mereka. Perbedaannya bagai langit dan bumi, seperti siang dan malam, bagai pinang dibelah sembarangan yang akhirnya jadinya berantakan. Yang satu sudah sangat expert dengan dunia pergoesan, tidak hanya sekedar mengayuh, tapi juga tahu tekniknya, tahu setingan yang tepatnya seperti apa dan lengkap juga persiapannya. Sedangkan yang satunya lagi, saaaaaangaaaaaat amatir. Baru tahu sebatas mengayuh dan bisa menjaga keseimbangan diatas sepeda saja🙂. Minim pengetahuan tentang dunia pergoesan, jarang menggoes dan minim juga persiapannya. (sampai minum aja nebeng. ..😦 )

Setelah menyepakati hari, tanggal, waktu, tempat yang dituju, akhirnya mereka berangkat. Sebelum berangkat, beragam disclaimer telah disampaikan oleh si pemula. Ada banyak syarat dan ketentuan yang berlaku yang dinego. Intinya adalah meminta pemakluman jika saat menggoes ada banyak request yang didengar. Si pakar goes cuma tersenyum manis🙂.

Seperti yang diprediksi sebelumnya, ada banyak pertanyaan yang ditanyakan ke si pakar goes. ‘Supaya berasa lebih ringan, yang belakang dipindahin jadi berapa? “. Kalau sedang mendaki, jadi gimana? “.  Subhanallah, si pakar goes dengan telaten dan sabar memberikan materi pelatihannya. “Posisi tempat duduknya sebaiknya lebih ditinggikan lagi”, Coba yang belakang dinaikin satu”, “kalau bunyi seperti itu, coba dibalikin dulu posisinya ke awal”. Kata-kata penyemangat untuk terus menggoes beberapa kali juga terdengar, sampai tawaran ganti sepeda pun diberikan.  Si pemula mah angguk-angguk aja, malah senang bisa menggoes dengan sepeda yang lebih “mantep”🙂.

Overall, olahraga goes menggoesnya berjalan lancar. Beres sekitar jam 08.00 pagi dengan mampir ke bengkel terlebih dahulu untuk setting-setting seperti yang disarankan. (karena kunci perbengkelan terbatas jadi gak memungkinkan untuk dilakukan sendiri, selain itu karena emang gak terlalu ngerti dengan dunia perbengkelan sepeda, jadi ya milih berbagi rezeki dengan si bapak bengkel aja  )🙂

Akhir cerita, si pakar goes menawarkan tantangan untuk menggoes dengan rute yang lebih jauh lagi. Dago- car free day. Si pemula menyanggupinya. Seperti apa kejadiannya nanti disana? . Kita lihat saja nanti🙂

#makasih ya Ris atas ajakan bersepeda bareng. Makasih atas semua bantuannya, terimakasih atas kesabarannya🙂. tantangan untuk mencoba rute yang lebih jauh lagi diterima, tapi yaaaa seperti biasa, disclaimernya ada banyak. Harap maklum saja. … yang satu ini masih newbie.  hehehehehe

<imimage
si pakar goes menggoes🙂

si penggoes pemula🙂. gambar tokoh disamarkan sampai dia jadi mahir dalam dunia pergoesan, baru akan ditampilkan. hehehrhe

5 thoughts on “Menggoes

  1. jiahahahaha mbakyuuu..
    fotonya ga usah ditampilin juga udah bisa ngebayangin mba..😀
    TETAP SEMANGATH!!!
    *minggu ini klo ga kuat ke dago karpridei, gapapa mba.. aq tungguin di BIP
    hahahaha \^o^/

    • tampaknya besok ibu FTS ga jadi ikutan ke dago karpridei ya bu, hmmm…. sayang sekali, padahal pak WHY mau nyoba pinjem sepeda barunya bu FTS yang kata mba Roris “perlu usaha dua kali lipat sepeda biasa”😆

      oke, klo besok ga bisa ikut ke dago karpridei berarti sebagai bonusnya, minggu depan tantangannya ditingkatkan sampe ke taman hutan raya dago pakar,

      hihihihi… becanda ding😀

      • apaaaaaa? hutan raya dago? yaaaaaa selama yg ku ikutin siap direcokin dg ‘keluh kesah’ ku, siap mendengar dan menjawab pertanyan2ku, siap sabar dg segala disclaimer ku, oke2 aja🙂

        #dan para pakar goes-menggoes saling berbisik “ssstttt…udah, si fts jangan diajak aja, nyusahin doang”. hihihihihi

  2. hmmm siap gak ya? hahahaha…

    btw tadi pagi pak why, mba roris dan ses rini ke dago karpridei. tadinya mau lanjut ke rumah bu rta tapi pas ditelpon ternyata si ibu lagi gak di rumah.

    minggu depan kami berencana ke sana lagi trus pulangnya mau mampir ke rumah bu rta. kalo bu fts minggu depan jadi ikut berarti mesti ikut sampe rumah bu rta juga, ga jauh dari dago karpridei kok…

    tenang… bu rta bakalan nyiapin sesuatu yg bisa dikunyah buat kita🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s