How To Manage Your Money ?

Kemaren-kemaren (lupa tanggal tepatnya) pada salah satu stasiun TV,  saya menonton acara tentang bagaimana mengatur keuangan, bagaimana mengatur prioritas pengeluaran. Pengisi acaranya adalah Safir Senduk, salah satu pakar keuangan di Indonesia. Selain beliau, saya juga suka mendengarkan tips dari pakar keuangan Bu Ligwina Hananto. Menurut saya, mereka berdua memberikan tips-tips dengan kalimat sederhana, mudah dimengerti dan mudah juga diterapkan oleh orang awam. Cocok buat saya yang termasuk jenis orang yang pusing lihat pembukuan dengan angka-angka yang banyak. Alergi dengan kata-kata jurnal, posting buku besar dan segala rupa yang berbau akuntansi. Saya cukup tahu dengan Debit-Kredit-Saldo, sepertinya itu sudah cukup😀 (mungkin sudah ditakdirkan tidak cocok jadi akuntan).  Pembahasannya berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan ke beliau. Berikut ini resume dari pembahasannya dan beberapa tips-tipsnya (yang sempat dicatat dan diingat).

  1. Bagaimana cara mengatur keuangan sehingga penghasilan yang diperoleh  mencukupi kebutuhan kita ?

Hukum alam yang berlaku : kebutuhan akan meningkat jika penghasilan meningkat, maka kita harus cerdas dalam mengatur pengeluaran. Caranya adalah dengan membuat prioritas . Menghemat itu untuk kebutuhan jangka pendek. Untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, bisa dengan menambah sumber income.

2. Bagaimana cara membuat prioritas dalam pengeluaran itu?

Bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Jelas, kebutuhan yang lebih dulu diutamakan.  Ada tiga kategori alasan pengeluaran : 1. Wajib 2. Butuh 3. Ingin. Untuk proritas pengeluaran maka dahulukan :

  1. Pembayaran hutang
  2. Tabungan
  3. Biaya hidup

Selain itu, jangan mudah terpengaruh dengan iming-iming penjualan suatu produk yang mengakibatkan kita konsumtif. Kembalikan ke tiga kategori apakah termasuk wajib, butuh atau ingin

3. Bagaimana jika kita ingin berinvestasi ?

Investasi adalah salah satu cara untuk menambah sumber income. Prinsip untuk memulai berinvestasi : ada pengetahuan tentang investasi tersebut dan ada kemauan untuk melakukannya. Dengan investasi yang dimiliki , kita bisa melakukan : beli jika harga sedang  turun, jual jika  harga sedang naik. Investasi perbulan minimal 10% dari penghasilan.

Sebenarnya lebih dari tiga pertanyaan tersebut pembahasannya, tapi berhubung mendengarkannya juga multitasking sambil mengerjakan yang lain, poin-poin diatas, yang saya perhatikan, selain itu, sekilas doang😦. Namun Bagi saya,  informasi -informasi itu juga sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Salah satu alasan kenapa ditulis di sini, karena jika saya butuh ngereview lagi, bisa langsung dilihat tanpa khawatir saya sudah lupa atau catatan saya sudah hilang. Semoga bermanfaat juga bagi yang lain….😀

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s