Filosofi Kurva Eksponensial

#Mendadak saya kesambet pengen berfulisofi🙂. Tidak sedang kerasukan arwah Aristoteles, Plato atau teman-temannya. Cuma mendadak saat saya sedang memperhatikan satu kurva hasil pengolahan data, terlintas pikiran yang lain🙂.

Kalau di matematika dikenal kurva eksponensial seperti ini

image

ada disuatu titik kurva itu mencapai titik terendahnya, kemudian bergerak ‘melejit’ keatas.

kalau dipikir-pikir, di keseharian kita juga banyak ditemukan kondisi seperti itu. Pernah denger cerita seorang penjahat yang tobat, akhirnya dia menjadi seorang ustadz, pencandu narkoba yang setelah sembuh akhirnya menjadi aktivis yang ikut mengkampanyekan anti narkoba. Mereka membuat kurva eksponensial pada perjalanan hidupnya.  Bergerak dari titik kurva terendahnya, kemudian melejit naik.

“Cukup sudah”, mungkin itu kalimat awal untuk mereka memutuskan keluar dari ‘posisi terendah’, mengambil pelajaran sebanyak-banyaknya dari apa yang sudah dialami, dan menggunakan pengalaman itu untuk melejitkan mereka menjadi semakin lebih baik. Tidak ada kata terlambat untuk itu semua.🙂

Mungkin kisah hidup saya tidak se-ekstrim contoh cerita-cerita diatas, tapi hari ini, saya pun ingin mengatakan ke diri sendiri kalimat ‘cukup sudah’ !!!! , dan mulai dari detik ibi, saat ini juga,  bikin kurva eksponensial mu. Bismillah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s