Nge-Teh vs Cinta Tanah Air

Teh dicampur dengan gula aren dan diaduk dengan kayu manis, ada ‘sensasi’ beda saat meminumnya. Akan semakin berasa kayu manisnya saat teh tersebut ‘disedot’ dengan kayu manis tersebut. mmm.. boleh juga rasa campurannya + ‘sensasinya’ dilidah🙂 . Saya benar-benar menikmatinya

Pantesan zaman dahulu Indonesia ‘diincar’ untuk dijajah karena salah satu alasannya adalah : untuk mendapatkan rempah-rempahnya, cengkeh, merica, kayu manis dan diambil hasil perkebunannya: teh, kopi, karet. Saat saya minum teh itu, terlintas pikiran ‘waaah jaman dulu nenek moyang saya sepertinya cuma kebagian susah nanam dan panennya aja. Bagian menikmati hasilnya, duduk berleha-leha di sore hari dengan keluarganya sambil menyeduh teh itu dilakukan oleh orang yang menjajah😦. Sangat tidak adil! !!😦

Mendadak setelah meneguk teh itu,  rasa cinta tanah air saya ‘sedikit’ bertambah ….. Bersyukur hidup di negara yang kaya sumber daya alamnya, dan ingin memberikan kontribusi bagi kemajuan negaranya (walau sekecil apapun itu), anggap saja sebagai bentuk terimakasih saya kepada nenek moyang negara ini yang sudah banyak berkorban agar anak cucunya bisa berkuasa di negaranya sendiri, contoh sederhananya : bisa menikmati teh hasil alamnya sendiri dengan bebas🙂

2 thoughts on “Nge-Teh vs Cinta Tanah Air

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s