Membentuk Karakter Cara Islam

Karena mendadak malam ini saya sedikit ‘insomnia’, iseng ke lemari buku dan secara random menarik satu buku untuk dibaca ulang sebagai pengantar tidur. Maka buku ini yang ketarik:

image

Bukunya tipis, cuma 86 halaman, tapi isinya sarat “makna”, penuh arti:) . Buku ini sudah lama saya beli, terdapat tulisan tangan saya sendiri di halaman depan buku : 08/07/08. Sudah hampir 4 th.

Sesuai dengan judulnya “Membentuk Karakter Cara Islam”, buku ini membahas tentang apa saja yang termasuk akhlak terpuji dan tercela, apa saja faktor pembentuknya, dan bagaimana pengembangan karakter dan cara2 perbaikan yang bisa dilakukan. Inti pembahasannya kurang lebih begini:

Akhlak = iman + amal shalih

Buah dari keimanan dan ibadah yang baik akan tercermin dari akhlaknya. Jika seseorang mengaku beriman, dan melakukan amalan kebaikan, tapi buruk akhlaknya, maka perlu dipertanyakan keimanan dan ibadah yg dilakukannya itu.

Akhlak menjadi karakter. Akar dari karakter adalah pikiran sendiri. Seperti apa kita berpikir, seperti itu pula kita akan bertindak. Jadi cara efektif untuk memperbaiki karakter adalah dengan nemperbaiki cara berpikir. Ada tiga ‘terapi’ utama yang bisa dilakukan untuk memperbaiki cara berpikir. Terapi kognitif, terapi mental, dan terapi fisik.

Terapi kognitif =
pengosongan+ pengisian+kontrol+doa

Terapi mental =
Pengarahan+penguatan+kontrol+doa

Terapi fisik=
Gizi makanan yang baik+olahraga teratur dlm kadar yg cukup+istirahat cukup

Pengosongan: kosongkan pikiran dari segala bentuk pemikiran yang SALAH, MENYIMPANG dan tidak berdasar. Patokannya adalah norma agama. Evaluasi semua pikiran2 yg ada dan rumuskan kembali nilai2 hidup kita. Tulis semua karakter buruk yang ingin dihilangkan dan karakter baik yang ingin dimiliki.

Pengisian: Isi kembali pikiran dengan nilai-nilai baru dari sumber keagamaan kita, yaitu nilai kebenaran, kebaikan, keindahan.

Kontrol : Kontrol semua lintasan pikiran yang ada sebelum berkembang jadi satu gagasan utuh. Untuk itu kita harus menyediakan pikiran baik untuk mengganti pikiran buruk yang melintas. Cognitif control akan memberikan kita ‘kesadaran yang berkesinambungan’ alias sadar terus๐Ÿ™‚.

Doa: terus berdoa kepada Allah untuk memperoleh karakter yang diinginkan. Lakukan ‘perenungan’ beberapa menit dalam sehari untuk menciptakan kejernihan pemikiran serta pendalaman dlm penghayatan hidup.

Inti yang saya tangkap seperti itu. Untuk penjelasan tentang point2 lainnya bersambung ya๐Ÿ™‚ berhubung sekarang ‘insomnianya’ sudah berangsur2 hilang dan mata jadi semakin berat.๐Ÿ™‚ Walau sedikit, semoga bermanfaat. ….

Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling akhlaknya diantara mereka – hr Tirmizi dari Abu Hurairah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s