Ngatimin de Lalé

Jalan itu telah dibentangkan Rasul yang mulia
Lurus dan terang benderang
Kita tinggal melaluinya saja
Mengikuti jejak Rasul yang terpercaya

Memang sesekali kita mesti mendaki
atau terkadang mesti menapaki
kerikil-kerikil tajam yang menyakitkan
Namun dengan bergantung kepada mahabbah Yang Maha Rahmah
Kita beroleh sabar dan tawakal
Dan langkah berikutnya adalah sakinah… mawaddah… dan rahmah

Dan ketika kau kurengkuh dalam dekapan
Bisik yang terdengar adalah

Baitii jannatii…

Duri, 24 Agustus 2012
Sadrai Tamir

Puisi di atas adalah puisi yang dibuat oleh uwak saya, Sadrai Tamir (Wak Ai) sebagai hadiah pernikahan untuk saya dan istri saya, Fitri Susanti. Saya bukan orang yang tau banyak tentang puisi tetapi saya merasa puisi ini sarat dengan doa dan nasihat yang baik. Terima kasih Wak Ai🙂

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s