Kenapa ya mereka perlu ikut dihadirkan? 

Saya sering melihat di televisi jika ada kunjungan pejabat pemerintah  ke suatu tempat, biasanya di pinggir jalan yang dilewati rombongan tersebut ada sekumpulan siswa SD atau SMP yang ikut menyambut sambil membawa bendera – bendera kecil

Kira-kira, kenapa ya siswa SD atau SMP tersebut ikut dilihatkan dalam penyambutan pejabat yang datang? 

Kalau alasan nya agar ramai, sepertinya bisa dengan cara lain, tidak harus dengan menghadirikan siswa SD atau SMP. Kalau ditanya pendapat pribadi, saya sendiri suka kasihan ngelihatnya, dengan beberapa alasan :

  1. Siswa SD itu sudah di hadirkan si tempat beberapa jam sebelum rombongan pejabat itu lewat. Menunggu yang selama itu gak sebanding dengan tugas utama nya yang hanya beberapa menit melambaikan bendera ke arah iring-iringan mobil pejabat yang lewat. 
  2. Kalau kunjungan nya di hari sekolah, mereka jadinya libur dulu sekolah dulu ya hari itu? Klu ditanya prioritas, lebih penting mana sekolah atau berdiri di pinggir jalan buat menyambut pejabat yang datang? Mungkin bisa jadi kalau ditanya ke siswanya, mereka senang-senang aja diminta berbaris di pinggir jalan dan sekolah nya Ada dispensasi hari itu. Cuma kalau saya sebagai gurunya, saya bakalan bilang “lebih baik kalian sekolah daripada menunggu di pinggir jalan” 

Sekedar berandai-andai, mungkin kalau saya yang jadi pejabat nya, saya bakalan bilang ke panitia penyambut  ” tidak perlu libatkan anak sekolah buat menyambut saya di pinggir jalan ya” 😀

Advertisements

Laa Tahzan – InnAllaha Ma’ana

 

Judul postingan nya sih seperti judul buku yang terkenal karangan Dr ‘Aidh Al-Qarni, tapi isi ceritanya bukan sedang membuat resensi buku itu.  Cuma kepikiran aja judul nya adalah Laa Tahzan alias jangan bersedih

Kenapa dilarang bersedih ?

karena pada dasarnya kejadian yang kita alami tidak ada versi “Allah menzdalimi hamba Nya”, yang ada malahan Allah menyayangi kita – bukankah setiap saat kita selalu bilang Bismillahirrahmaanirrahiim ? Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Jadi percaya saja Allah tidak akan pernah bermaksud membuat kita bersedih

Kenapa bisa bersedih ?

bukankah itu memang manusiawi kalau manusia diberi potensi emosi : marah, bahagia, senang, dan sedih. Jadi, rasa itu manusiawi juga. Kita bukan malaikat … Rasa itu jadi tidak manusiawi jika kita berlebihan dalam menyikapinya. Gak perlu lebay bin alay saat bersedih. Menangis secukupnya, setelah itu ya bangkit lagi … Hapus Air matamu anak muda !!!! 😀 … “tak perlu sedu sedan itu” .. kata pujangga Chairil Anwar

Jadi, bagaimana kalau sedang sedih ?

kalau kata iklan “ekspresikan rasa loe ” … Kalau versi lirik lagu “Meeeeeenangislaaaahhh .. jika haruuuus menangiiiiisss…. karena kita semuaaaa manusia … ” .

Jadi, kalau perlu menitikkan air mata, ya silahkan saja. semenit .. dua menit .. tiga meniit .. lima meniit .. ya bolehlah. Kalau udah berjam2 … perlu dievaluasi juga, perlukah segitu lamanya ? Ambil hikmah sebanyak-banyak nya sebagai pelipur kesedihan 😀

 

SELAMAT TIDAK BERSEDIH SODARA2 !!!!

 

Kita Sendiri yang Menentukan

Ketika kita berpikir negatif pada seseorang….Tanpa sadar, kita telah menghakimi orang itu.
  
Lebih mudah mana?
Berusaha menyingkirkan semua kerikil tajam di setiap jalanan,…….
atau memakai sepatu agar kaki kita tidak terluka.
 
Lebih mungkin mana?
Berusaha mensteril semua tempat agar tak ada kuman…..
atau memperkuat daya tahan tubuh kita sendiri..?
 
Lebih mudah mana?
Berusaha mencegah setiap mulut agar tak bicara sembarangan…..
atau menjaga hati kita sendiri agar tak mudah tersinggung?
 
Lebih penting mana?
Berusaha menguasai orang lain……
atau belajar menguasai diri sendiri?
 
Yang penting bukan bagaimana orang harus baik pada kita,  melainkan bagaimana kita berusaha baik pada orang lain. 

Bukan orang lain yang membuat kita bahagia,  melainkan  sikap kita sendiri-lah yang menentukan, kita bahagia atau tidak. 

Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini,
tidak akan terulang kembali. 
Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan,
yaitu BELAJAR …..
dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik. 
 
Hidup adalah PROSES,
Hidup adalah BELAJAR.
Tanpa ada batas umur
Tanpa ada kata tua.
Belajar sepanjang usia kita ada

Bukan BAHAGIA yang membuat kita bersyukur.
Namun dengan banyak BERSYUKUR akan Membuat kita bahagia.

#copas dari salah satu grup wa saya, dan disana jg tertulis share dari grup sebelah 🙂

Ingin ^_^ VS Butuh ~_~ VS HARUS! ¡

image

Setumpuk buku ini merepresentasikan “konflik” kepentingan di diri saya saat ini. Dari setumpuk buku itu, ada buku yang masuk kategori HARUS dibaca, karena akan ada pelatihan tentang materi itu keesokan harinya. Ada juga buku yang masuk kategori BUTUH dibaca untuk menambah knowledge saya saat mengajarkan materi itu ke mahasiswa keesokan harinya [juga] . Terselip diantara tumpukan buku itu juga, ada yang masuk kategori INGIN dibaca, ya anggap saja ‘istirahat’ sesaat karena kepsla merasa ‘penuh’ dengan tumpukan buku yang lainnya.

So?  …….