Restart

“Jatuh bangun aku dibuatmu
“Tapi dirimu tak mau mengerti
“Ku bawakan segelas air
“Tapi kau meminta lautan

Lagu dangdut populer ditahun 90-an itu terus mengalun dari radio butut di pojok ruangan

Nyindir gw bangeeett… Jatuh bangun .. pengennya bisa bangun cepat kalau jatuh.. Tapi kadang gak gitu juga ya ..susah .. Mungkin itu seninya hidup ….

Satu hela nafas panjang diambil
Duduk selonjoran, punggung menyandar ke dinding, mata nggak fokus kemana-mana, itu posisi pewe seseorang yang pikirannya berseliweran entah kemana

Di hape mu kan ada alt+sym+del, itu short cut buat ngerestart … Emang belum tahu ??? Sama fungsinya seperti Ctr+Al+Del kalo di laptop ..

Alt+sym+del ?? … Ctrl+alt+del … Restart ?? …… pengen itu …

Allahummaj’alna minal muthathohhiriiin … Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang membersihkan diri

Itu doa setiap beres wudhu … 5X dalam sehari terus dibaca, tapi kenapa kadang itu gak nampol juga ya ???

Helaan nafas berat semakin terasa … Mendadak dada terasa sesak, berdetak tak terkendali ..

“Tutuplah hari mu dengan dengan meminta ampun pada Penciptamu atas semua kesalahan yang dilakukan pada hari itu”

Halaman buku berisi tulisan itu pun ditandai. Dilipat ujung kertasnya.,

Baiklah, akan saya coba lakukan setiap hari . Semoga istiqomah

Buku pun ditutup, punggung pun ditegakkan, satu helaan nafas panjang kembali ditarik menegaskan satu komitmen telah dicamkan ke dalam dasar hati .

Rabbighfirliiii..

Restart – Alt+Sym+Del – Jadi lebih baik – buka lembar baru ..bersih …

Advertisements

Rabbighfirlii

‘Nak, ayo ikut Bapak shalat di masjid sana …”
‘Heeeee bacaan imamnya panjang di masjid sana Pak, lama berdirinya, bikin capek …, bikin ngantuk… kalau masjid yang imamnya suka sujud nya lama di mana Pak? Kita kesana aja … Enak, bisa sambil tiduran pas sujudnya kalau lama. Kalau gak ada, shalat di rumah aja ya….’

Continue reading

Dalam diam Diya bertanya (5)

“Ini  Mandau, salah satu senjata kami, jaman dulu biasanya kami gunakan untuk berperang, tapi kalau sekarang sudah tidak. Ini menjadi benda pusaka suku Dayak. “

Penjelasan yang sangat lengkap dari Pak Djatta,  lelaki  paruh baya yang  masih memiliki garis keturunan Dayak. Pak Djatta menjadi  pemandu, penterjemah, yang juga merangkap sebagai supir dari Banjarmasin ke pedalaman Barito Kuala tempat mayoritas dayak Bakumpai menetap.

Continue reading

Dalam diam Diya bertanya (3)


(sebelumnya)

Surat Tugas – Diyati Atmaja-Kalimantan-Suku Dayak-Empat hari.

Itu keywords yang diperolehnya hasil scanning pada selembar kertas yang ada di meja kerjanya.

“ok, masih ada satu hari untuk bersiap-siap”.

Pukulan sedikit keras mengagetkannya.

“Di, kemana lagi nih sekarang … jalan muluuu …”, oooo sekarang ke Kalimantan”, sambil merebut kertas yang masih dipegangnya.

Continue reading