Melancong ke ZTE Center

Pertengahan Maret 2012 , saya, beberapa teman-teman dosen lainnya dan beberapa orang mahasiswa berkesempatan mengunjungi ZTE Center diΒ  Shen Zhen- Provinsi Guang Dong – China. Kesan saya saat berkunjung ke sana “loh, kita diperlakukan “special” ternyata… kog mau-mau nya ya mereka ??? πŸ™‚ (atau itu cuma perasaan ge-er nya saya aja kali ya … heheheheh). Mulai dari disediakan tour guide yang menjemput kami di imigrasi Lo-Hu, disambut dengan sangat baik di ZTE nya sendiri, diantar berkeliling kota Shen Zhen dengan transportasi yang disiapkan oleh mereka, sampai diantar kembali ke Lo Hu. Intinya: menyenangkan πŸ™‚

Continue reading

‘Extend’ Wiken

image

Tahun 2012 ini sepertinya ada banyak harpitnas dan ‘ extend’ wiken. Seperti hari ini, perayaan imlek, tanggal merah di hari senin:-). Extend wiken ini, saya jadi guide karena saudara dari Jakarta datang ke Bandung. Wiken yang seru, berkumpul dengan keluarga sambil ngider-ngider di Bandung, mengunjungi tempat2 wisata + tak lupa foto2 πŸ™‚ hehehe

Continue reading

Menyusuri Hutan Bakau di P.Rupat

Indonesia itu indah !!!Β  tidak perlu dibuktikan lagi kan ??

Tidak hanya pulau-pulau besar yang sudah terkenal sampai ke luar, seperti Bali, Lombok, Kalimantan atau yang lainnya, tapi pulau-pulau kecil juga banyak menyimpan keindahan tersendiri juga, karena keasliannya. Salah satunya di Pulau Rupat (Riau). Pulau Rupat terdiri dari beberapa desa-desa kecil.Β  Sebagian besar mata pencariannya nelayan – dengan kapal kayu mereka (biasa disebut kapal pompong). Dibeberapa bagiannya, pulau iniΒ  langsung menghadap ke Selat Malaka. Untuk kepulau ini dapat ditempuh dengan speedboat dari Dumai, membutuhkan waktu sekitar 45 – 60 menit untuk sampai ke Ibukota kecamatannya (Batu Panjang) – tapi jika ingin ke daerah yang lebih jauh lagi.. pasti butuh waktu yang lebih lama.Β  Pulau yang dapat dikategorikan “masih asli”. Belum ada penginapan – rumah makan… apalagi mall πŸ™‚ . Jadi kalau berkunjung, langsung bertandang saja ke rumah penduduknya,Β  SKSD dikit lah …….. πŸ™‚ Tapi jangan terlalu khawatir juga, karena sinyal handphone tetap ada di pulau ini (untukΒ  beberapa provider tertentu saja) dan masyarakatnya juga sudah banyak yang menggunakan (the power of technology πŸ™‚ )

Berikut beberapa bagian dariΒ  pulau ini.

Continue reading

Short Travelling to Probolinggo & Bromo

Bromo

Batal pulang ke Riau karena kabut asap-kebakaran hutan yang masih menyelimuti kampung halamanku, akhirnya kuputuskan untuk memenuhi janji mengunjungi teman lama di Probolinggo, sekalian ke Bromo ……………. Mumpung ada libur 3 hari, dan sebelum aku dihajar dengan tugas-tugas kuliah atau tugas-tugas lainnya,Β  gakΒ  ada salahΒ  kalau “bertapa” ke gunung dulu walau sebentar.

Continue reading

Take Time …..

Take Time To....

Take Time To....

Puisi diatas banyak terdapat di buku-buku yang saya baca, dikutip secara penuh atau hanya sebagian, disebut sebagai inspirational poem , tapi sampai sekarang saya belum tahu siapa pengarangnya… Namun, jika dibaca berulang dan sedikit dimaknai, ternyata punya makna yang dalam juga (versi saya-yang hanya sebatas penikmat puisi – tapi tidak bisa membuat puisi).

Sedikit penjelasan pemaknaan puisi tersebut (versi saya) :

Benar, jika : bekerja(work)-belajar(read)-berdoa(pray)- dan evaluasi(think) apa yang telah dilakukan dan merencanakan apa yang akan dilakukan kemudian bekerja lagi menurut saya sudah seharusnya menjadi suatu siklus dalam keseharian kita. Tapi.. ya terkadang kita lupa dan dalam 24 jam, kita cenderung memenuhi satu sisi saja.. misalnya bekerja … dan lupa kalau itu juga merupakan bagian dari doa (ibadah ) kita .. atau sebaliknya, ibadah.. tanpa ada usaha yang nyata .. atau yang lainnya .. ibadah dan berkerjadilaksanakan – tapi sering lupa untuk mengevaluasinya. Memang hidup butuh keseimbangan …..
jadi.. luangkan waktu untuk setiap sisi hidupmu ..
Take time for your wisdom ….

—– Cukup sekian pemaknaannya πŸ™‚ ——-

Btw.. dari gambar diatas juga , terdapat satu pesan yang saya sembunyikan (steganografi). Ada yang bisa menebak, apakah pesan yang disembunyikan itu? Penebak yang benar, saya beri hadiah deh…. saya tunggu satu minggu dari sekarang… jika tidak ada yang berhasil… tulisan selanjutnya membahas tentang pesan yang saya sembunyikan itu … chek it out ….

Sedikit promosi juga — gambar diatas adalah suasana sore hari-saat matahari akan tenggelam di tanah lot – Bali.. It’s really wonderful..

Tips mendaki gunung bagi yang bener-bener pemula :)

Mendaki gunung, berada di ketinggian beberapa ribu kaki sambil melihat keindahan awan, alam , merasa kecil, gak ada apa-apanya di tengah-tengah alam terbuka, merupakan suatu kenikmatan tersendiri, maka jangan heran banyak orang yang ingin melakukannya , lagi.. dan lagi…. walau kadang beresiko tinggi juga . Berikut beberapa tips mendaki bagi yang benar-benar pemula – yang belum pernah mendaki sebelumnya, tapi punya semangat tinggi untuk melakukannya :

Pra pendakian

1. rajin-rajinlah olahraga sebagai latihan fisik seperti jogging atau olahraga lain yang dikira2 cocok ( sesuaikan aja dengan keinginan mau olahraga apa) . Sangat direkomendasikan terutama bagi yang belum pernah sekalipun mendaki. Ya.. biar tubuh gak kaget aja . Semangat bahwa kaki akan sampai di puncak itu penting, tapi itu saja belum cukup, fisik juga harus mendukung semangat itu πŸ™‚ . Jadi jadwalkan untuk latihan fisik …

2. Standar… siapkan semua informasi tentang gunung yang akan di daki itu. Semakin banyak informasi yang diperoleh , semakin siap juga untuk melakukan pendakian. Caranya.. ya bisa tanya-tanya ke teman yang udah pernah ke gunung tersebut .. ( syukur-syukur mau diajak pergi lagi bareng juga kesana.. jadi guide ..:) , atau googling , wiki-ing juga bisa..Banyak caralah ….

3. Siapakan semua perlengkapan yang dibutuhkan. Jangan malu-malu untuk bertanya ke yang sudah berpengalaman ttg apa saja yang harus dibawa , bahkan sampai hal yang detail sekalipun . Jaket the most importan thing !!!

4. Jangan lupa… minta izin ke orang-orang yang masih “berwenang” tentang keadaan dirimu, bisa orang tua, saudara , atau suami/istri ( jika sudah berkeluarga) . Jangan maksa banget kalau memang tidak diizinkan.., tapi ya.. ada usaha sedikit loby-loby juga lah ( istilah orang DPR) jika izin sedikit seret keluarnya. Keluarkan semua jurus rayuan juga sah-sah aja sih, selama argumen yang dikeluarkan sesuai faktanya.. tapi dilarang lebai juga….

5. Berdo’a sebelum berangkat..secanggih dan selengkap apapun peralatan yang dibawa, tapi belum lengkap jika semuanya kamu serahkan ke Yang Maha Kuasa, Yang Maha Mengatur Segalanya:), Gak perlu pakai sombong-sombong an segala.. pamali kata orangtua.. kata agama juga πŸ™‚

Persiapan berangkat

Selama Pendakian

– Bawa barang secukupnya saja.. mendaki tanpa membawa beban saja udah ngos-ngosan , apalagi ditambah dengan tas dengan yang beban berat. Bawa yang penting-penting aja, air minum, dan makanan. Tapi kalau sudah terbiasa sih gpp juga, karena aku dulu belum terbiasa ( sampai sekarang juga)… jadi rada nyusahin orang juga pas ngedakinya … padahal masih di kaki gunungnya 😦 maaf sekali untuk teman-temanku yang kurepotin dengan barang bawaanku πŸ™‚ )

– Terus – terus memotivasi diri bahwa kita akan sampai ke puncaknya..Nah disini tantangannya. Rasa capek, napas ngos-ngosan, haus, itu bisa membuat semangat turun, bahkan menyerah dan berbalik kebelakang. Jangan sampai itu kejadian deh.. kecuali kalau kesehatan kita memang sudah sangat tidak memungkinkan . Kalau kejadian yang menimpaku, ditengah – tengah pendakian ( mungkin sekitar ketinggian 2000 mdpl), kepalaku berasa ringan gak jelas.. seperti kosong, dan agak pusing… karena kekurangan pasokan oksigen sepertinya.
Solusinya : posisikan kepala lebih rendah daripada kaki sekitar beberapa menit cukup membantu mengalirkan oksigen lebih banyak ke kepala.

Tapi yang jelas, setelah sampai di atas, semuanya kelelahan itu akan terbayar… berganti dengan rasa senang, gembira, takjub, melihat semua keindahan yang ada didepan mata…. SUBHANALLAH … indah πŸ™‚

pendakian

pendakian

Saat Turun

Jangan senang2 dulu, ngirain turun itu gampang.. wah susah juga … menahan beban tubuh supaya tetap seimbang di jalan setapak yang curam, berbatu-batu, semak-belukar… wah..menguras energi juga dan bikin sakit kaki.. Itu menimpaku, kaki tersandung batu, dan kuku jempol langsung menghitam, darahnya membeku, .. sakit bangeeeeet… tapi karena demi….yah ditahan-tahan aja.. yang paling kuingat banget adalah pada saat turun gunung untuk pulang.. itu sekitar pukul 16.00 – 20.00 wib… .. perjalanan itu terasa sangat jaaaaaaauuuuuuuuuuuuhhhhhhh dan laaaaaaaaaaamaaaaaaaaaaaa. Dengan langkah sedikit terseok-seok ( rata-rata semuanya udah sakit kaki) , berjalan sangat pelan ( menurutku lebih pelan daripada jalannya pengantin jawa atau keong:) ) … tapi tetap nyampe..

.ini, beberapa foto pada saat pendakian pertama ku di Gede dan Pangrango . Pengennya sih ada foto di gunungl gunung berikutnya πŸ™‚ ( insya allah menyusul)

Keindahan Puncak Pangrango

Keindahan Puncak Pangrango

Trio Pemula

Trio Pemula

Tak lupa, terimakasih banyak pada teman-teman yang telah membantu pendakian ini hingga berjalan lancar :

Bagus – KSR STT Telkom : karena pengalamannya , ditunjuk sebagai Ketua Pendakian πŸ™‚ dengan pengalaman pernah mendaki gunung gede – pangrango sebelumnya, beliau udah tau rute yang akan dijalani, perbekalan apa saja yang harus disiapkan, dan urusan- urusan lainnya. jadi kami, tinggal ikut-ikut aja ..:) Maaf telah banyak merepotkan kan mu selama pendakian. membawa tas ku yang berat, Terimakasih sudah mengajarkan cara pernafasan yang baik supaya tidak cepat lelah. Terimakasih juga atas motivasinya ( walau ku tau itu bohong sebenarnya) .. “udah deket kog mba .. bentar lagi nyampe …” itu kalimat yang diucapkannya saat aku sebentar-bentar minta berhenti ditengah-tengah perjalan karena merasa bener kecape’an dan nafas sudah ngos-ngosan.

Mas -syarif : asisten program profesional .. yang dari awal pendakian – pgulang selalu kebagian membawa tas yang paling berat :).. Isinya kalo gak salah tenda pleton, beras … dan peralatan berat lainnya.. mungkin > 20 kg dari isi tas ku, tapi tetap kuat .. salut dah

Rocky – KSR IPB… teman Bagus yang baru ku kenal saat pendakian yang terkena imbas juga membawa tasku ( bergantian dengan Bagus ) …

Mapala ( Organisasi pecinta alam IPB ): karena sudah terbiasa mendaki gunung kali ya.. jadi ya.. nyantai aja.. Terimakasih banyak atas bantuannya πŸ™‚ Semoga dilain kesempatan kita bisa bertemu lagi πŸ™‚

Baban & Nyun teman senasib-seperjuangan πŸ™‚ …. he,,he..he.. gimana, masih mau lanjut berpetualang ? πŸ™‚

it’s really an amazing moment in my life

( Ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi saat melakukan pendakian perdana ke Gede – Pangrango, jadi ini murni dari apa yang dialami pada saat mendaki …. kalau ada yang mau nambahin tipsnya.. monggo… kalau ada yang mau menyanggah juga silahkan…. tulis aja di commentnya πŸ™‚ )